Makassar, detikperistiwa.co.id – Semarak Pesta Rakyat Kecamatan Rappocini digelar di Halaman Parkir Tennis Indoor Telkom Makassar, Minggu (6/9/2026) malam. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin hadir dan menyampaikan sejumlah pesan kepada masyarakat.
Munafri mengapresiasi pelaksanaan pesta rakyat yang menjadi ruang silaturahmi pemerintah dan warga. Rappocini disebut sebagai kecamatan ke-11 yang dikunjungi dalam rangkaian pesta rakyat di Kota Makassar.
Ia juga menyoroti sejumlah prestasi Rappocini. Dua kelurahan, yakni Bonto Makkio dan Gunung Sari, disebut berhasil menorehkan prestasi hingga tingkat provinsi dan melanjutkan kompetisi ke tingkat nasional.
“Terima kasih kepada Camat Rappocini beserta seluruh jajarannya yang telah melaksanakan kegiatan pesta rakyat. Mudah-mudahan prestasi yang ada memberikan kebanggaan khususnya kepada Kota Makassar,” kata Munafri.
Munafri kemudian menyinggung penataan pedagang kaki lima (PKL). Ia menegaskan penertiban fasilitas umum bukan untuk melarang warga mencari nafkah, melainkan menata kota agar lebih tertib dan nyaman.
Pemkot Makassar, kata dia, akan tetap melakukan pembinaan dan pemberdayaan terhadap pelaku usaha. Salah satunya dengan mendorong akses permodalan agar masyarakat dapat mengembangkan usaha secara lebih baik.
Persoalan sampah turut menjadi perhatian. Munafri mengapresiasi inovasi pengelolaan sampah di Rappocini, termasuk biodigester yang memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi gas untuk kebutuhan memasak.
“Yang kita bangun adalah kesadaran bahwa apa yang kita lakukan hari ini harus memberikan warisan yang baik kepada generasi yang akan datang,” ujarnya.
Munafri juga menyampaikan perluasan pembebasan retribusi sampah hingga pelanggan listrik 1.300 VA. Di Rappocini, hampir 12 ribu rumah disebut berpotensi mendapatkan layanan tersebut dengan syarat warga melakukan pemilahan sampah dari rumah.
“Syaratnya satu, sampahnya harus dipilah,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Rappocini Yudistira Ekaputra Nugraha mengatakan Pesta Rakyat menjadi momentum memperkuat silaturahmi dan kebersamaan antara pemerintah dengan masyarakat.
Menurut Yudistira, pelaksanaan berbagai program di Rappocini mendapat dukungan masyarakat, mulai dari pemerintah kelurahan, RT/RW, tokoh masyarakat, komunitas hingga warga.
Di bidang lingkungan, Kecamatan Rappocini telah menjalankan berbagai program pengelolaan sampah. Di antaranya 73 lokasi urban farming, 64 bank sampah, 71 teba, 12 biopori, 44 komposter dan 10 kegiatan eco enzyme.
“Sebagian besar sarana dan prasarana tersebut terwujud melalui swadaya serta partisipasi masyarakat,” kata Yudistira.
Di bidang penataan wilayah, pihaknya telah menertibkan 383 PKL yang beraktivitas di atas fasilitas umum dan jalur perlintasan. Penertiban dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum bagi masyarakat.
Rappocini juga mencatat prestasi melalui Kelurahan Bonto Makkio yang meraih juara pertama tingkat provinsi dalam lomba Kampung KB Berkualitas. Sementara Kelurahan Gunung Sari menjadi juara pertama Lurah Berprestasi tingkat provinsi dan kini mengikuti seleksi tingkat nasional.
Yudistira menegaskan berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama. Ia mengajak seluruh masyarakat mempertahankan kekompakan untuk mendukung program Pemkot Makassar.
“Keberhasilan tersebut bukan semata-mata hasil kerja lurah atau camat, tetapi prestasi ini merupakan hasil kerja bersama dan partisipasi seluruh warga,” pungkas Yudistira.












