Berita  

Perkuat Konsolidasi Organisasi, PCNU Kota Lhokseumawe Gelar Rapat Kerja

Lhokseumawe – detikperistiwa.co.id

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Lhokseumawe menggelar Rapat Kerja (Raker) pada Sabtu, 31 Oktober 2026, bertempat di Kota Lhokseumawe. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan khidmat Nahdlatul Ulama untuk umat.

Rapat kerja tersebut memiliki sejumlah agenda strategis. Pertama, memperkuat konsolidasi organisasi guna meningkatkan soliditas dan kualitas khidmat pengurus kepada umat. Kedua, mempersiapkan pelaksanaan pelantikan dan pengukuhan pengurus PCNU Kota Lhokseumawe masa khidmat 2026–2031.

Ketiga, melaksanakan orientasi dan pengenalan bagi pengurus Syuriah dan Tanfidziyah.

Keempat, pembagian seragam pengurus sebagai identitas dan simbol kebersamaan organisasi. Kelima, memperkuat dan mematangkan program kerja organisasi.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Lhokseumawe, Dr. Tgk. M. Rizwan Haji Ali, bersama Rais Syuriah Abi Husnaini Hasbi, MA, Katib Syuriah Tgk. Ahmad Subhan, serta Sekretaris Tanfidziyah Tgk. Taufikurrahmi, M.Pd.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Kota Lhokseumawe masa khidmat 2026–2031.

Dalam keterangannya, Dr. Tgk. M. Rizwan Haji Ali menyampaikan bahwa rapat kerja ini merupakan momentum penting untuk membangun kesamaan visi, memperkuat koordinasi, dan memastikan seluruh jajaran pengurus memahami tugas serta tanggung jawab masing-masing.

Menurutnya, konsolidasi organisasi tidak hanya diperlukan untuk membangun soliditas internal, tetapi juga untuk memastikan program-program NU dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“NU harus terus memperkuat khidmatnya kepada umat. Karena itu, diperlukan kebersamaan, koordinasi, dan komitmen seluruh pengurus agar organisasi dapat bergerak secara solid dan program kerja benar-benar memberikan manfaat,” demikian disampaikan Dr. Tgk. M. Rizwan Haji Ali di Lhokseumawe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain