Berita  

Opini | Kritik, Evaluasi, dan Harapan: Menatap Peran Baitul Mal Secara Objektif

oleh : H.WINNUR WAJDA, M.M. Anggota Badan Baitul Mal Kabupaten

Bener Meriah – detikperistiwa.co.id

Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah program dan kebijakan yang dijalankan oleh Baitul Mal Kabupaten Bener Meriah mendapat perhatian dari masyarakat. Berbagai kritik, saran, masukan, maupun pandangan yang berkembang merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi dan menjadi bagian dari kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan dana umat.

Sebagai lembaga yang mengelola dana zakat, infak, dan sedekah, Baitul Mal memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap program yang dijalankan memberikan manfaat bagi mustahik serta sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Oleh karena itu, masukan dari masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam proses evaluasi dan penyempurnaan kinerja lembaga.

Di sisi lain, penting pula bagi masyarakat untuk memahami bahwa tugas dan fungsi Baitul Mal tidak hanya sebatas menyalurkan bantuan konsumtif. Seiring perkembangan kebutuhan masyarakat, pengelolaan dana zakat, infak dan sedekah juga diarahkan pada program-program pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik, sehingga mereka tidak selamanya bergantung pada bantuan.

Konsep ini dikenal sebagai zakat produktif (meskipun sumber dana dari Infak/sedekah atau hasil sitaan yang telah ditetapkan oleh Pengadilan) yaitu upaya pemanfaatan dana zakat, infak dan sedekah untuk membantu penerima manfaat memperoleh sumber penghasilan yang berkelanjutan. Program seperti bantuan modal usaha, bantuan sarana kerja, bantuan bibit pertanian, peternakan, maupun bentuk pemberdayaan lainnya merupakan bagian dari ikhtiar untuk menciptakan kesejahteraan yang lebih berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, tentu tidak semua pihak akan memiliki pandangan yang sama terhadap suatu program. Perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah. Namun, alangkah baiknya apabila setiap penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan melihat tujuan, dasar pertimbangan, manfaat, serta dampak jangka panjang yang ingin dicapai.

Baitul Mal juga menyadari bahwa setiap program yang dijalankan tidak luput dari kekurangan. Karena itu, kritik yang disampaikan secara konstruktif akan selalu menjadi bahan introspeksi dan perbaikan. Sebaliknya, dukungan dan partisipasi masyarakat juga menjadi energi positif agar berbagai program dapat berjalan lebih optimal.

Perlu juga kita ingat bahwa dana yang dikelola Baitul Mal berasal dari kepercayaan para muzakki dan munafik yang menunaikan zakat, infak, dan sedekahnya. Amanah tersebut harus dijaga dengan penuh tanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang berhak menerimanya.

Pada akhirnya, tujuan yang ingin dicapai sesungguhnya sama, yaitu mengurangi kemiskinan, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta meningkatkan kesejahteraan umat. Oleh karena itu, kritik, evaluasi, dan harapan hendaknya berjalan beriringan dalam semangat membangun, bukan saling melemahkan.

Dengan saling memahami peran masing-masing, masyarakat, muzakki, munfik, mustahik, pemerintah, dan Baitul Mal dapat menjadi mitra dalam mewujudkan kemaslahatan bersama di Kabupaten Bener Meriah.

“Kritik yang bijak melahirkan perbaikan, dukungan yang tulus menguatkan langkah, dan kolaborasi yang baik menghadirkan manfaat bagi umat.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain