Tanggerang – detikperistiwa.co.id
Sebanyak 62 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tangerang menghentikan operasionalnya untuk sementara waktu.
Penghentian operasional terjadi karena anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat belum dicairkan.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Tangerang, Priyo Basuki, menyebut kondisi tersebut telah berlangsung selama sekitar satu pekan.
“Total ada 62 SPPG berhenti, karena kebanyakan yang belum pencairan anggaran. Mereka akan beroperasi bila angarannya tekah cair,” ujar Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Tangerang, Priyo Basuki, Kamis (11/6/2026).
Operasional dapur MBG yang terdampak akan kembali berjalan setelah dana operasional dikirim ke masing-masing SPPG.
Selain kendala anggaran, proses pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk seluruh SPPG juga masih berlangsung. Priyo mengungkapkan, hingga saat ini capaian sertifikasi baru mencapai sekitar 40 persen.
“Untuk SLHS masih dalam proses dan progresnya sekitar 40 persen,” ujarnya.
Saat ini terdapat 295 SPPG di Kabupaten Tangerang dengan cakupan sekitar 750.220 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Besaran anggaran operasional program MBG mengacu pada petunjuk teknis yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Nilainya dihitung sebesar Rp6 juta per hari, berdasarkan estimasi biaya fasilitas sebesar Rp2.000 per porsi yang dikalikan kapasitas maksimal layanan sebanyak 3.000 penerima manfaat.
Insentif operasional program MBG diberikan selama 313 hari dalam setahun, setelah dikurangi hari Minggu. Pembayarannya dilakukan secara berkala dengan periode maksimal setiap dua minggu operasional.
(Shen)












