Arizal Mahdi Apresiasi Kinerja Keuchik Gampong Alue Kuta: Pelayanan Transparan, Tanpa Pilih Kasih, dan Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

Bireuen – detikperistiwa.co.id

Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas (RPRLB), Arizal Mahdi, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Keuchik Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Habibullah, yang dinilainya menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara adil, transparan, dan tanpa membeda-bedakan latar belakang warga.

Menurut Arizal Mahdi, kepemimpinan di tingkat gampong merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan. Keuchik bukan hanya pemegang kewenangan administratif, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan yang setara.

“Yang patut diapresiasi adalah ketika seorang Keuchik mampu menempatkan seluruh masyarakat sebagai warga yang memiliki hak yang sama. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan hanya karena hubungan keluarga, saudara, kerabat, kedekatan pribadi, ataupun kepentingan tertentu,” ujar Arizal Mahdi.

Ia menilai, sikap untuk tidak memberikan perlakuan khusus kepada keluarga maupun orang-orang terdekat merupakan bagian penting dari prinsip keadilan dalam pelayanan publik. Menurutnya, masyarakat akan menilai seorang pemimpin bukan semata-mata dari apa yang disampaikan, tetapi terutama dari bagaimana kebijakan dan pelayanan tersebut dirasakan secara nyata oleh warga.

Transparansi Menjadi Fondasi Kepercayaan Publik

Arizal juga memberikan apresiasi terhadap upaya Pemerintah Gampong Alue Kuta dalam menjalankan pemerintahan secara transparan dan mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, transparansi bukan sekadar menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi merupakan bentuk pertanggungjawaban seorang pemimpin dalam menjalankan amanah publik.

“Ketika pemerintahan gampong terbuka, masyarakat memiliki ruang untuk mengetahui, memahami, dan mengawasi jalannya pemerintahan. Dari situlah kepercayaan publik dapat tumbuh,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan pemerintahan yang transparan juga dapat memperkecil potensi kesalahpahaman antara pemerintah gampong dan masyarakat. Sebaliknya, keterbukaan dapat menciptakan komunikasi yang sehat serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Bekerja untuk Masyarakat, Bukan untuk Kelompok Tertentu

Arizal Mahdi menilai kepemimpinan Habibullah di Gampong Alue Kuta patut mendapatkan perhatian positif karena orientasi pelayanan yang ditunjukkan lebih diarahkan kepada kepentingan masyarakat secara luas.

“Seorang Keuchik harus bekerja untuk seluruh masyarakat, bukan hanya untuk kelompok tertentu. Ketika masyarakat mendapatkan pelayanan tanpa melihat siapa keluarganya, siapa kerabatnya, atau siapa yang dekat dengannya, maka di situlah nilai keadilan dalam pemerintahan benar-benar terlihat,” tegas Arizal.

Menurutnya, prinsip tersebut penting dipertahankan karena pemerintahan gampong merupakan pemerintahan yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Keputusan dan pelayanan di tingkat gampong dapat langsung dirasakan dampaknya oleh warga.

Apresiasi Sekaligus Harapan

Meski memberikan apresiasi, Arizal Mahdi berharap prinsip transparansi, keadilan, dan pelayanan tanpa diskriminasi tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Ia juga mengajak masyarakat Gampong Alue Kuta untuk turut mengawal jalannya pemerintahan secara konstruktif, karena pemerintahan yang baik bukan hanya membutuhkan pemimpin yang bekerja, tetapi juga masyarakat yang aktif memberikan masukan dan melakukan pengawasan.

“Apresiasi ini bukan berarti seorang pemimpin sudah selesai bekerja. Justru apresiasi harus menjadi dorongan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik, transparansi semakin kuat, dan setiap kebijakan semakin dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Arizal menegaskan bahwa Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas akan terus mendorong lahirnya tata kelola pemerintahan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat, menjunjung transparansi, serta menempatkan keadilan dan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Pemimpin yang baik bukan yang hanya dikenal oleh keluarganya atau kelompoknya, tetapi yang mampu membuat seluruh masyarakat merasa dihargai, dilayani, dan diperlakukan secara adil. Itulah ukuran kepemimpinan yang sesungguhnya,” pungkas Arizal Mahdi.

 

Detik Peristiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain