Aceh Utara – detikperistiwa.co.id
Malam terakhir peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 di Lapangan Landing, Lhoksukon, Aceh Utara, berlangsung penuh energi. Ribuan warga tetap memenuhi lokasi hingga penghujung kegiatan meski hujan deras mengguyur kawasan tersebut, Minggu malam, 13 September 2026.
Kondisi cuaca sempat membuat sejumlah penonton menepi. Namun, suasana itu tidak berlangsung lama. Warga yang datang bersama keluarga, sahabat maupun komunitas kembali merapat ke area pertunjukan. Sebagian memilih bertahan dengan payung dan jas hujan demi menyaksikan agenda penutup yang telah dinantikan.
Sorotan malam itu semakin kuat ketika Apache13 tampil di hadapan massa. Penampilan grup tersebut membuat suasana Lapangan Landing kembali bergairah. Musik yang mengalun dari panggung berpadu dengan teriakan dan tepuk tangan penonton, menciptakan atmosfer meriah di tengah guyuran hujan.
Bagi masyarakat yang hadir, cuaca bukan alasan untuk meninggalkan lokasi lebih awal. Mereka justru menjadikan malam penutupan sebagai kesempatan terakhir menikmati rangkaian perayaan delapan abad perjalanan Samudera Pasai.
Peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sebelumnya diisi dengan beragam kegiatan. Agenda keagamaan, seni budaya, pameran, kegiatan masyarakat serta aktivitas yang melibatkan pelaku usaha dan ekonomi kreatif turut mewarnai perhelatan tersebut.
Peringatan delapan abad ini juga menjadi momentum untuk membawa kembali nama Samudera Pasai ke tengah kehidupan masyarakat. Kerajaan Islam tersebut memiliki posisi penting dalam sejarah kawasan, terutama dalam perkembangan perdagangan, Islam dan peradaban di Asia Tenggara.
Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. atau yang akrab disapa Ayah Wa, sebelumnya berharap momentum Milad Samudera Pasai tidak sebatas menjadi agenda tahunan. Perayaan tersebut diharapkan mampu memperkuat persatuan masyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sejarah dan peninggalan daerah.
Hingga acara berakhir, keramaian masih terasa di kawasan Lapangan Landing. Di tengah hujan yang terus turun, warga menyaksikan penampilan terakhir dengan antusias.
Lampu panggung tetap menyala, Apache13 menyelesaikan penampilannya, sementara ribuan orang menjadi saksi berakhirnya rangkaian perayaan 800 tahun Samudera Pasai.
Malam penutupan itu pun menjadi gambaran tersendiri tentang antusiasme masyarakat Aceh Utara. Hujan boleh membasahi Lapangan Landing, tetapi tidak berhasil menghapus semangat warga untuk mengantarkan perayaan delapan abad Samudera Pasai sampai ke titik terakhir.
(Abu yus)












