Dinkes Lombok Timur Genjot Mutu Pelayanan Kesehatan, Kinerja Tenaga Medis Dievaluasi Berkala

Detikperistiwa.co.id – LOMBOK TIMUR – Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur terus mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui evaluasi berkala terhadap kinerja tenaga kesehatan dan pengawasan terhadap fasilitas pelayanan medis. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat mendapatkan penanganan yang sesuai standar, sekaligus merespons berbagai keluhan yang muncul di Puskesmas maupun rumah sakit, Jumat (16/10/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Ns. H. Lalu Aries Fahrozi, S.Kep., M.Kep., menegaskan bahwa perkembangan kualitas pelayanan harus dipantau secara konsisten. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui kendala yang dihadapi petugas, menilai pelaksanaan standar pelayanan, serta menentukan langkah pembenahan yang dibutuhkan.

Menurut Aries, laporan masyarakat memiliki peran penting dalam mengidentifikasi persoalan di fasilitas kesehatan. Setiap pengaduan yang diterima akan ditelusuri agar penanganannya didasarkan pada fakta, bukan semata-mata asumsi atau penilaian sepihak.

Dinkes juga mengintensifkan koordinasi dengan para kepala Puskesmas untuk membahas berbagai persoalan pelayanan. Pertemuan evaluasi dapat dilakukan secara rutin, bahkan setiap minggu apabila terdapat masalah yang membutuhkan penanganan segera.

“Kami selalu menurunkan tim untuk melakukan investigasi setiap ada keluhan. Evaluasi pelayanan juga rutin kami lakukan bersama seluruh kepala Puskesmas, bahkan bisa setiap minggu apabila ada hal yang perlu segera ditangani,” kata Aries saat ditemui di Pendopo I Bupati Lombok Timur.

Ia menilai, keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas dan kemampuan tenaga medis, tetapi juga pada kesigapan serta cara petugas memperlakukan pasien. Oleh sebab itu, tenaga kesehatan diminta menjaga profesionalisme, membangun komunikasi yang baik, dan memberikan pelayanan secara humanis.

Aries turut mengingatkan bahwa pasien dengan kondisi gawat darurat harus memperoleh pertolongan berdasarkan tingkat kegawatannya. Proses administrasi tetap menjadi bagian dari pelayanan, tetapi pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan tanpa mengabaikan kebutuhan medis pasien.

Apabila ditemukan petugas yang tidak menjalankan tugas sesuai standar, Dinkes akan melakukan penilaian berdasarkan hasil pemeriksaan. Tindakan lanjutan, termasuk pemberian sanksi, akan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran dan peraturan yang berlaku.

Di sisi lain, Dinkes Lombok Timur tetap memperkuat langkah pencegahan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Gejala seperti demam, batuk, dan pilek menjadi keluhan yang kerap dijumpai dalam pelayanan kesehatan. Masyarakat pun diimbau menjaga kebugaran tubuh, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang membutuhkan penanganan medis.

Aries menyebutkan, Puskesmas diarahkan untuk meningkatkan penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat. Ia juga memastikan bahwa persediaan obat-obatan dasar di Puskesmas sejauh ini masih mencukupi berdasarkan perencanaan kebutuhan.

Sementara itu, Direktur RSUD Selong menyampaikan bahwa tingginya kebutuhan pelayanan dan kepadatan ruang perawatan menjadi tantangan yang perlu ditangani melalui koordinasi antarfasilitas kesehatan. Sinergi antara rumah sakit, Puskesmas, dan Dinkes terus diperkuat, terutama dalam penanganan pasien serta pengaturan rujukan.

Penanganan pasien tetap mengacu pada kondisi klinis masing-masing. Pasien yang mengalami kegawatdaruratan harus segera mendapatkan pertolongan, sedangkan pelayanan terencana dilaksanakan dengan mengikuti prosedur yang ditetapkan.

Dinkes Lombok Timur berharap evaluasi berkelanjutan dapat menghasilkan perubahan nyata dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan. Dengan pengawasan yang konsisten, penanganan pengaduan yang terukur, dan peningkatan kedisiplinan tenaga kesehatan, kualitas layanan diharapkan semakin baik serta kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan terus terjaga.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain