Berita  

Dwi Sasono Tampil Jadi Bapak yang Problematik di Trailer Terbaru Film Jangan Buang Ibu, Tayang di Bulan Juni Ini!

Jakarta – detikperistiwa.co.id

Aktor Dwi Sasono tampil berbeda saat ia menjadi sosok ayah yang problematik. Ia terlihat banyak mengeluarkan kata kasar hingga membentak, bahkan melakukan kekerasan fisik. Namun, penampilan itu ditunjukkan Dwi Sasono dalam official trailer terbaru film Jangan Buang Ibu yang akan tayang bulan Juni ini di bioskop Indonesia. Setelah merilis trailer sebelumnya yang mengharukan dari sudut pandang perjuangan seorang ibu dalam membesarkan ketiga anaknya, kini Leo Pictures merilis cuplikan adegan yang akan membuat penonton terhenyak saat menyaksikan penampilan Dwi Sasono yang jauh di luar dugaan.

Di trailer terbarunya, Jangan Buang Ibu juga menampilkan kisah tiga anak yang
tumbuh dewasa tanpa kasih sayang seorang ayah. Sebuah perasaan dan pengalaman yang banyak dialami anak di Indonesia. Memerankan seorang bapak yang problematik dan sosoknya tak hadir untuk keluarga menjadi tantangan tersendiri bagi Dwi Sasono yang dikenal sebagai seorang family man. Namun, ia menyadari bahwa kondisi yang dihadapi oleh karakter Bapak di film Jangan Buang Ibu adalah karena orangtua ingin anaknya berhasil. “Dia punya harapan yang terbaik untuk anaknya. Dia tidak mau anaknya gagal seperti dia,” kata Dwi Sasono.

Sementara itu, Dwi sendiri menerapkan parenting bahwa anak adalah titipan, dan bukan sepenuhnya milik orangtua.
“Parenting yang saya jalani terhadap anak-anak saya, saya percaya anak-anak saya itu bukan milik saya, tapi mereka itu milik semesta. Saya percaya setiap kelahiran itu punya misinya masing-masing, punya blueprint-nya masing-masing,” tambah Dwi. Sementara itu, Saputra Kori, yang memerankan Tria di film ini, anak bungsu dari Ibu Ristiana, digambarkan sebagai anak yang tak memiliki kasih sayang dari bapaknya bahkan sejak ia dalam kandungan. Tria tak mengenal siapa sosok ayahnya, hingga ia tumbuh sebagai remaja. Dan karena situasi itu, Tria tumbuh menjadi anak yang ‘cukup’ nakal di sekolah. Namun, karena didikan dan kasih sayang ibunya, ia pun berusaha memperbaiki semuanya.

“Kalau aku di kehidupan nyata jadi anaknya Ibu Ristiana, aku tidak akan melakukan hal-hal bodoh. Aku akan fokus bekerja, benar-benar segiat mungkin sampai aku bisa membalikkan derajat keluargaku dan aku enggak bakal bawa Ibu Ristiana ke tempat yang seperti di film. Aku bakal bikinin dia rumah, aku bakal ajak dia tinggal di sana, aku enggak akan pernah lupain dia,” ujar Saputra Kori.

Di film Jangan Buang Ibu yang akan tayang bulan Juni ini, Dwi Sasono beradu
peran dengan Nirina Zubir sebagai suami istri. Keduanya akan menampilkan dinamika orangtua yang penuh emosi dan membawa pengalaman banyak orang dari dalam rumah.Selain Dwi Sasono, Nirina Zubir, dan Saputra Kori, Jangan Buang Ibu juga dibintangi oleh Refal Hady, Amanda Manopo, Basmalah Gralind, Erika Carlina, Saskia Chadwick, Fadly Faisal, Farrell Rafisqy, Jared Ali, dan Humaira Jahra.

Disutradarai oleh sutradara blockbuster Hadrah Daeng Ratu, produser Agung
Saputra yang juga telah memproduksi banyak film blockbuster, serta penulis
blockbuster Widya Arifianti, Jangan Buang Ibu akan hadir menemani keluarga Indonesia mulai 25 Juni 2026 di bioskop.

Jangan Buang Ibu juga akan melanjutkan sukses Leo Pictures setelah sukses
blockbuster drama keluarga Bila Esok Ibu Tiada yang meraih 3,9 juta lebih
penonton di bioskop.
Ikuti informasi terbaru film Jangan Buang Ibu melalui media sosial resmi
Instagram @leopictures_official, @filmjanganbuangibu, dan TikTok
@leopicturesofficial.
***

Sinopsis
Ristiana (Nirina Zubir), seorang ibu tunggal dengan ketiga anaknya Tama (Refal Hady), Dewi (Amanda Manopo), dan Tria (Saputra Kori) setelah ditinggal suaminya (Dwi Sasono) hidup dalam kesederhanaan dan kerja keras namun mampu membesarkan buah hatinya dengan baik dihadapkan pada kenyataan bahwa suaminya meninggalkan hutang yang sedemikian besar.

Terusik dengan keputusan sepihak dari ibunya, Tama, Dewi, dan Tria dilema dengan keadaan dan kondisi yang ada. Mereka yang dulunya dekat, hangat, utuh sebagal keluarga harus merasakan kesenjangan jarak yang membuat kerinduan yang dalam dari Ristiana. Tak putus harapan untuk berbakti pada ibunda, akankah Tama, Dewi, dan Tria mampu mewujudkan itu sebelum terlambat? Tentang Leo Pictures

Leo Pictures adalah rumah produksi yang hadir sejak tahun 2019. Berfokus pada pengembangan film dan series dengan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan berbagai genre mulai dari drama keluarga, thriller, hingga horor, Leo Pictures terus berupaya menghadirkan karya yang mengutamakan emosi, kedekatan cerita, dan pengalaman menonton yang berkesan.

(Shen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain