Banda Aceh – detikperistiwa.co.id
Ketua Umum Lembaga Peumulia Bangsa Atjeh (PBA) menyampaikan imbauan mendalam menyusul memanasnya situasi politik yang sedang melanda Bumi Perlak. Beliau meminta seluruh pihak untuk menahan diri, meredakan ketegangan, dan menjaga persatuan agar tidak terjadi perpecahan di kalangan umat,Jumat(25/9/2026).
“Di tengah gejolak yang sedang terjadi, kita tidak boleh membiarkan perbedaan menjauhkan kita satu sama lain. Bumi Perlak adalah tanah persaudaraan, bukan tempat untuk saling mengasari dan memecah belah,” ujar Ketua Umum PBA.
Beliau menegaskan bahwa kepentingan rakyat dan persatuan bangsa Aceh harus diletakkan di atas segala kepentingan pribadi maupun golongan. Setiap perbedaan pandangan hendaknya diselesaikan dengan cara yang bijaksana, penuh keakraban, dan tetap menjaga tali persaudaraan yang telah terjalin selama ini.
“Menahan diri bukan berarti lemah, melainkan tanda kematangan dan kecintaan kita kepada tanah air. Jangan biarkan api perselisihan membakar kebersamaan yang telah dibangun dengan susah payah. Mari kita kembali bersatu, saling menguatkan, dan membangun Bumi Perlak dengan kedamaian serta kebersamaan,” tambahnya.
PBA berharap seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun para pemimpin dapat menjadi penyejuk, bukan menjadi pemicu ketegangan. Persatuan adalah kekuatan terbesar yang dimiliki bangsa Aceh, dan perpecahan hanya akan merugikan kita semua.
(Abu yus Kaperwil Aceh)












