Majalengka – detikperistiwa.co.id
Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Idul Adha 1447 H.
Kegiatan berlangsung pada Jumat pagi, 22 Mei 2026, di Lapangan Bola Babakan Koda, Kecamatan Majalengka. GPM kali ini diintegrasikan dengan program SIMAMA sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam mengendalikan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Sejak loket dibuka pukul 08.00 WIB, antusiasme warga langsung terlihat. Ratusan masyarakat, mayoritas ibu-ibu, mengular dalam antrean untuk mendapatkan komoditas pangan berkualitas dengan harga jauh di bawah harga pasar.
Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, mengatakan kegiatan ini merupakan pilar penting intervensi pemerintah di tengah fluktuasi harga pasar.
“Dalam rangka mendukung pemerintah menjaga stabilitas ekonomi, kami rutin mengadakan GPM ini, baik di momen-momen kegiatan tertentu maupun secara berkala setiap bulan. Lokasinya diputar secara bergiliran agar merata di 26 kecamatan yang ada di Kabupaten Majalengka,” ujar Gatot saat memantau kegiatan.
Menurutnya, kehadiran pasar murah diharapkan bisa langsung menyentuh kebutuhan dapur masyarakat. “Diharapkan dengan adanya GPM ini bisa menaikkan daya beli masyarakat serta membantu masyarakat secara langsung karena harga yang dijual di sini berada di bawah harga pasar,” tambahnya.
Pada pelaksanaan kali ini, DKP3 menggandeng Perum Bulog untuk memastikan ketersediaan pasokan. Dua komoditas yang paling diburu warga adalah beras medium program SPHP seharga Rp58.000 per kemasan 5 kilogram, dan minyak goreng kemasan MinyaKita Rp17.000 per liter.
Selisih harga tersebut disambut positif warga. Cucu, warga Kecamatan Majalengka berusia 42 tahun yang ikut mengantre sejak pagi, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah dari Pemkab Majalengka.
“Sangat terbantu sekali, apalagi ini mau dekat-dekat Idul Adha biasanya harga di pasar sudah mulai merangkak naik. Di sini beras sama minyak harganya jauh lebih murah. Kalau bisa mah kegiatan seperti ini sering-sering diadakan di sini, sangat terasa bantuannya buat emak-emak seperti saya,” ungkap Cucu sambil menunjukkan belanjaannya.
Hal senada disampaikan Aminah, warga berusia 35 tahun. Meski harus antre cukup panjang, ia merasa puas karena bisa mendapatkan bahan pokok berkualitas dengan harga ramah di kantong.
“Antrenya memang lumayan panjang karena yang datang banyak sekali, tapi tidak apa-apa karena pelayanannya cepat dan tertib. Selisih harganya lumayan banget buat ditabung atau dibelikan keperluan dapur yang lain. Terima kasih Pemkab Majalengka,” tuturnya.
Pelaksanaan GPM di Lapangan Babakan Koda berjalan aman, tertib, dan kondusif hingga seluruh pasokan komoditas yang disediakan ludes terjual dan diserap masyarakat.
( Aboen)












