Ini Kriteria Capres 2024 Hasil Ijtima Ulama Dibongkar Presiden Persatuan Persaudaraan Muslim Internasional (PPMI), Dr. KH. Hasan Basri

JAKARTA | Detikperistiwa.co.id Presiden Perkumpulan Persaudaraan Muslim Internasional (PPMI), Dr. KH. Hasan Basri membongkar hasil Ijtima ulama Pilpres 2024 di Sentul, Bogor, 18-19 November 2023.

Menurut Presiden Perkumpulan  Persaudaraan Muslim Internasional (PPMI), Dr. KH. Hasan Basri, hasil ijtima ulama yang berlangsung 2 hari.Sabtu-Minggu,18-19/11/2023 di Sentul, Bogor merumuskan kriteria calon presiden 2 di Komplek Majelis Az Zikra, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Saat media ini meminta bocoran 1 atau 2 poin isi kriteria tersebut, dikatakan KH. Hasan bahwa  kriteria yang telah dirumuskan Ijtima Ulama pilpres 2024  diantaranya, calon pemimpin itu memiliki sifat : shidiq, amanah, tabligh, dan fathonah.

Diantara ketiga capres tersebut, Anies yang.paling mendekati kriteria tersebut,” ucapnya, Jakarta, Senin, 20/11/2023.

Namun, sambung kiyai, itu belum diputuskan, karena harus menandatangani dulu Pakta Integritas, kalau mau menandaranganinya, baru diberi dukungan.

“Kalau Ijtima Ulama dulu seperti beli kucing dalam karung, kalau sekarang sudah lebih jelas calonnya,” imbuhnya.

Anggota SC Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional, Aziz Yanuar, sebagaimana dilansir bbcnews.com, berkata, pihaknya memang hanya mengundang pasangan calon Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar karena dianggap yang paling mendekati kriteria para ulama.

Selain itu, menurut Steering Committee Ijtima Ulama Muhammad bin Husein Al Athos, visi dan misi Anies-Imin memiliki kedekatan secara psikologis yakni yang berkaitan dengan keulamaan.

“Dari calon ini kita dengar bagaimana memposisikan ulama, pondok pesantren, sehingga kita mau dengar langsung yang ingin kita lihat dan uji apakah pantas dan bisa kita dukung. Itu sebabnya yang diundang adalah yang bersangkutan [Anies-Imin],” ujar Muhammad bin Husein Al Athos dalam konferensi pers di Sentul, Bogor.

Acara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional yang digelar oleh tiga pihak, yakni Front Persaudaraan Islam, Persaudaraan Alumni 212, dan Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) diikuti oleh 600 peserta perwakilan seluruh Indonesia dan mengambil tema Menyatukan Arah Perjuangan Umat Islam Menuju Pembaharuan Indonesia yang lebih baik.

(dar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://detikperistiwa.co.id/wp-content/uploads/2024/03/IMG-20240311-WA0045.jpg