Detikperistiwa.co.id – LOMBOK TIMUR — Masjid Nurul Iman di Kuang Paok, Desa Mekar Sari, Kecamatan Suela, Lombok Timur, menjadi tempat berlangsungnya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang dirangkai dengan kegiatan sosial, Ahad (6/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti ratusan jamaah. Tidak hanya menghadirkan pengajian, panitia juga menyalurkan santunan kepada anak yatim, kaum dhuafa, dan sejumlah warga yang membutuhkan.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, hadir sebagai pengisi pengajian. Dalam penyampaiannya, ia mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum memperkuat akhlak dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Kamli mengatakan, sosok Nabi Muhammad SAW patut dijadikan contoh dalam membangun kehidupan sosial. Menurutnya, ajaran Rasulullah tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia kepada Allah SWT, tetapi juga bagaimana memperlakukan sesama dengan penuh kejujuran, kasih sayang dan rasa tanggung jawab.
Ia menekankan bahwa semangat membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan merupakan salah satu nilai penting yang dapat diteladani dari kehidupan Rasulullah.
Karena itu, ia mengajak jamaah agar tidak menjadikan Maulid sebatas acara rutin setiap tahun. Peringatan tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan sikap sekaligus memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat.
“Yang paling penting dari peringatan Maulid adalah bagaimana kecintaan kepada Rasulullah diwujudkan melalui akhlak dan kepedulian kita kepada orang lain,” ujar Kamli.
Usai pengajian, agenda dilanjutkan dengan penyerahan santunan. Bantuan diberikan secara langsung kepada para penerima sebagai bentuk kepedulian sosial dalam rangkaian peringatan Maulid.
Menurut Kamli, keberadaan zakat, infak, dan sedekah memiliki peran penting dalam membantu masyarakat sekaligus memperkuat solidaritas sosial. Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi penerimanya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari jamaah. Kehadiran unsur sosial dalam peringatan Maulid dinilai menjadi bentuk nyata bahwa kegiatan keagamaan juga dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pengurus Masjid Nurul Iman turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain memperkaya pemahaman agama melalui tausiyah, rangkaian acara juga mempertemukan masyarakat dalam suasana kebersamaan dan kepedulian.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kemudian ditutup dengan sholawat dan doa bersama. Dari kegiatan tersebut, masyarakat berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama tidak berhenti setelah acara selesai, tetapi terus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.(red)












