
Kisah Sosok Seorang Wanita Karier Dalam Dunia Pemerintahan
Mami Sufitanur: Alumni FKIP yang Berkarier di Kemensos RI
Sebagian orang mungkin masih ada yang beranggapan bahwa seseorang yang menempuh studi akademik di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) akan terpatri pada profesi sebagai seorang guru setelah ia menamatkan studinya.
Anggapan klasik seperti ini tentu tidak sepenuhnya benar karena banyak alumni FKIP dari berbagai universitas atau perguruan tinggi yang pekerjaan mereka justru tidak _linear_ dengan gelar akademiknya sebagai tamatan Sarjana Pendidikan. Lagi pula, gelar akademik tidak selalu berkolerasi dengan profesi seseorang, misalnya ada alumni FKIP yang berprofesi sebagai wartawan, karyawan perusahaan swasta, wirausahawan, serta lainnya, dan bahkan ada juga yang bekerja di instansi pemerintah non kependidikan.
Salah satu potret alumni FKIP yang berasal dari Universitas Riau (Unri), dan bekerja di instansi pemerintah non kependidikan adalah seorang perempuan bernama Mami Sufitanur S.Pd. Perempuan berusia 54 tahun ini merupakan mahasiswa angkatan tahun 1991 yang menempuh pendidikan di FKIP Unri Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Prodi PP-Kn).
Setelah lulus dengan gelar Sarjana Pendidikan, perempuan yang akrab dipanggil dengan sebutan Mami ini membawa bekal keilmuan akademis tersebut ke ranah yang lebih luas. Bukannya menempuh jalur guru konvensional di sekolah formal, dia memilih mengimplementasikan ilmu pedagogi dan pendekatan humanisnya ke dalam dunia pelayanan serta rehabilitasi sosial dengan mengabdi sebagai ASN di Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).
*Meniti Karier sebagai ASN di Kemensos*
Mami Sufitanur S.Pd, memulai kariernya sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di bawah naungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kemensos RI, dan tercatat mengabdi di salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) pusat yang berkedudukan di Riau, yakni Balai Anak “Rumbai” Pekanbaru, yang kini telah bertransformasi dengan nomenklatur baru sebagai Sentra Abiseka Pekanbaru.
*Sekilas tentang Abiseka Pekanbaru*
Institusi tempat Mami Sufitanur mengabdi memiliki sejarah panjang. Bermula dari Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Rumbai (1979), berubah menjadi Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus (BRSA MPK), hingga kini menjadi Sentra Abiseka Pekanbaru yang melayani multi-klaster (anak, lansia, disabilitas, dan kelompok rentan).
Dalam konteks kerja sosial yang memerlukan sentuhan pendidikan karakter, di sinilah tamatan Sarjana Pendidikan seperti Mami Sufitanur, berperan dalam mengasuh dan merehabilitasi mental penerima manfaat di Sentra Abiseka.
*Ruang Lingkup Pengabdian*
Di lembaga multifungsi tersebut, Mami Sufitanur terlibat langsung dalam pelaksanaan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), dimana ruang lingkup pengabdiannya meliputi:
– Asistensi Anak dan Disabilitas: Ikut serta turun ke lapangan untuk menyalurkan paket nutrisi, alat bantu, dan intervensi sosial bagi anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus (AMPK) serta penyandang disabilitas di berbagai kabupaten di Riau.
– Pendekatan Edukatif: Menggunakan latar belakang pendidikan (S.Pd.) untuk memberikan pendampingan, motivasi, dan bimbingan perilaku bagi kelompok rentan agar mereka siap kembali berintegrasi ke tengah masyarakat.
Memiliki latar belakang pendidikan menurut Mami Sufitanur sangat membantu dirinya dalam melaksanakan tugas profesional sebagai ASN di bidang sosial tersebut.
*Dedikasi Sepenuh Hati*
Telah cukup lama Mami Sufitanur bertugas memberikan pelayanan sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan. Dia menunjukkan dedikasi sepenuh hati terhadap tugas dan tanggung jawab yang diembannya lewat kerja nyata. Sosoknya juga menjadi bukti bahwa lulusan pendidikan tidak hanya terbatas pada ruang kelas formal semata, namun dapat berkontribusi pada berbagai sektor profesi lainnya.
Melalui pengabdian sebagai ASN di Sentra Abiseka Pekanbaru, alumni FKIP Unri ini mampu menunjukkan bahwa esensi ilmu pedagogi, yakni memanusiakan manusia, dapat diwujudkan dalam aksi sosial yang menyentuh langsung pada kehidupan anak-anak dan kelompok rentan. Di sinilah latar belakang ilmu pendidikan Mami Sufitanur, mampu bersinergi dengan pelayanan publik.
Kontribusi nyata Mami Sufitanur dalam menyukseskan program rehabilitasi sosial di Riau memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Pengabdian lintas sektor ini membuktikan bahwa dedikasi tulus dari seorang ASN adalah kunci utama dalam menghadirkan negara di tengah masyarakat yang membutuhkan perlindungan.
Dengan dedikasinya tersebut, Mami Sufitanur, S.Pd., mampu membawa nilai-nilai pendidikan ke ranah kemanusiaan dan menegaskan bahwa menjadi pendidik berarti siap mengabdi di mana pun masyarakat membutuhkan.
Melihat rekam jejak Mami Sufitanur S.Pd, yang berkarier di instansi pemerintah non kependidikan tersebut, tentu saja diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa ruang pengabdian seorang pendidik itu begitu luas dan tak terbatas.***
BerSumber: Oleh:* _*Anjar Asmara*_








