Detikperistwa.co.id – LOMBOK TIMUR — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai mendorong PD Agro Selaparang untuk mengembangkan bisnis yang lebih produktif dan memiliki dampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan usaha yang telah berjalan sekaligus membuka sektor baru di bidang pangan dan pertanian, Selasa (6/10/2026).
PD Agro Selaparang saat ini menempatkan produksi es sebagai salah satu kegiatan usaha yang paling potensial. Tingginya aktivitas pada lini tersebut mendorong perusahaan untuk memperbaiki fasilitas produksi agar mampu menjaga kualitas dan memenuhi permintaan pasar.
Direktur Umum PD Agro Selaparang, Risnandar, mengatakan mesin es yang digunakan perusahaan saat ini sudah beroperasi cukup lama. Kondisi itu membuat kebutuhan peremajaan menjadi semakin penting karena perbaikan yang dilakukan selama ini lebih banyak bersifat parsial.
“Sudah masanya di-overhaul karena sudah cukup lama tidak dilakukan tindakan peremajaan,” ujar Risnandar.
Menurut dia, biaya yang telah dikeluarkan untuk perbaikan sebelumnya tidak kecil dan berada di kisaran Rp300 juta. Karena itu, perusahaan menilai langkah overhaul lebih tepat untuk mengembalikan performa mesin sekaligus mengurangi beban pemeliharaan berulang.
Tidak hanya mempertahankan produksi yang sudah ada, perusahaan juga menyiapkan ekspansi melalui rencana pengadaan mesin es kristal. Fasilitas baru tersebut diproyeksikan untuk melayani kebutuhan konsumen, terutama pelaku UMKM yang membutuhkan es dengan ukuran tertentu.
Survei terhadap mesin dan harga juga telah dilakukan oleh manajemen. Mesin es kristal mempunyai sistem kerja berbeda dibandingkan perangkat produksi lama, terutama pada bagian evaporator dan mekanisme pemotongan. Sistem cutting memungkinkan bentuk dan ukuran produk diatur sesuai kebutuhan pelanggan.
Pengembangan usaha turut dibarengi dengan penataan tenaga kerja. Empat karyawan yang terlibat dalam produksi es telah mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Perusahaan juga membekali pekerja dengan perlengkapan keselamatan seperti helm dan sepatu kerja.
Di luar bisnis es, PD Agro Selaparang mulai memasuki pengembangan sektor pertanian dengan pendekatan berbasis teknologi. Sebuah green house dibangun di kawasan Aikmel untuk mendukung budidaya melon, cabai dan berbagai jenis sayuran.
Proyek tersebut menggunakan konsep smart farming yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi budidaya. Nilai pembangunan fasilitas mencapai lebih dari Rp1,3 miliar, termasuk untuk struktur bangunan, instalasi pertanian, hidroponik dan sistem penyiraman.
Kawasan tersebut direncanakan memperoleh pasokan air dari sumur bor. Sementara pengelolaannya membutuhkan tenaga dengan keahlian khusus sehingga PD Agro Selaparang akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian terkait pola pengelolaan dan kebutuhan sumber daya manusia.
Fungsi kawasan pertanian itu nantinya tidak terbatas pada produksi komoditas. PD Agro Selaparang juga membuka peluang menjadikannya sebagai ruang edukasi bagi mahasiswa perguruan tinggi dan masyarakat untuk melihat secara langsung penerapan teknologi pertanian.
Pada saat yang sama, perusahaan mengembangkan peternakan ayam petelur dengan nilai investasi lebih dari Rp1,1 miliar. Produksi telur dari fasilitas tersebut akan diarahkan untuk memperkuat penyediaan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hasil pertanian dan peternakan yang dikembangkan perusahaan juga ditargetkan dapat menopang kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dengan pola itu, PD Agro Selaparang berpeluang menjadi bagian dari rantai pasok pangan daerah.
Pengembangan cabai bahkan memiliki fungsi strategis dari sisi pengendalian inflasi. Pemerintah daerah melihat produksi komoditas tersebut sebagai salah satu upaya menjaga ketersediaan pasokan ketika harga di pasar mengalami tekanan.
Risnandar mengatakan seluruh pengembangan tersebut tidak terlepas dari keinginan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin atau H. Iron untuk meningkatkan kinerja perusahaan daerah. BUMD dinilai harus mampu berkembang sebagai badan usaha sekaligus memberikan manfaat fiskal bagi pemerintah daerah.
Kontribusi PD Agro Selaparang terhadap PAD menunjukkan peningkatan. Pada 2025, perusahaan tercatat menyetor sekitar Rp214,4 juta, naik 34,58 persen dibandingkan setoran pada 2024. Manajemen berharap capaian tersebut kembali meningkat pada 2026.
H. Iron menegaskan bahwa pola investasi terhadap BUMD kini diarahkan agar menghasilkan aset dan kegiatan usaha yang benar-benar produktif. Pemerintah daerah tidak ingin tambahan modal hanya menjadi dana operasional tanpa menghasilkan perkembangan bisnis.
Investasi yang telah dikucurkan kepada PD Agro Selaparang disebut mencapai lebih dari Rp2 miliar. Tambahan modal tersebut masih memungkinkan bertambah dengan mempertimbangkan kebutuhan dan perkembangan usaha perusahaan.
Menurut H. Iron, penguatan BUMD memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar mengejar keuntungan perusahaan. Ketika bisnis berkembang, daerah memperoleh tambahan PAD, masyarakat mendapatkan peluang ekonomi, dan kebutuhan pangan dapat lebih banyak dipenuhi dari produksi lokal.
Karena itu, PD Agro Selaparang kini diarahkan untuk mengembangkan model usaha yang saling terhubung, mulai dari produksi es, pertanian modern hingga peternakan. Strategi tersebut diharapkan mampu menjadikan BUMD lebih mandiri sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Lombok Timur.(red)













