Berita  

PBA Ajak Seluruh Bangsa Sumatera Bersiap Hadapi Segala Kemungkinan — Disampaikan Saat Silaturahmi dengan Rafli Kande

Banda Aceh – detikperistiwa.co.id

Ketua Umum Lembaga Peumulia Bangsa Atjeh (PBA) menyampaikan seruan mendalam kepada seluruh masyarakat di seantero Pulau Sumatera untuk senantiasa waspada, bersatu, dan mempersiapkan diri secara matang menghadapi segala kemungkinan perubahan situasi bangsa, termasuk jika sewaktu-waktu terjadi perubahan besar di tingkat negara. Pesan ini beliau sampaikan dalam pertemuan silaturahmi bersama tokoh masyarakat, Rafli Kande, di Banda Aceh,Selasa(6/10/2026).

“Kita tidak tahu arah perjalanan bangsa ke depannya. Oleh karena itu, seluruh masyarakat Sumatera, khususnya rakyat Aceh, harus mulai mempersiapkan diri — bukan untuk memecah belah, melainkan untuk menjaga ketertiban, kedaulatan, dan kesejahteraan bersama apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Ketua Umum PBA dalam pertemuan tersebut.

Beliau menegaskan bahwa persiapan ini bukan berarti menginginkan perpecahan, melainkan sikap bijak dan bertanggung jawab agar masyarakat tidak terjebak dalam ketidaksiapan. Persiapan dimulai dari mempererat persaudaraan antar-suku, menjaga kerukunan antar-wilayah, memperkuat kemandirian pangan, ekonomi, serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Pertemuan silaturahmi dengan Rafli Kande juga menjadi wadah tukar pikiran memperkuat kesepahaman: keduanya sepakat bahwa kekuatan utama masyarakat terletak pada persatuan dan kesetiakawanan.

“Kekuatan kita ada pada persatuan. Jika Sumatera bersatu dan siap, apa pun yang terjadi, rakyat tidak akan celaka. Mari kita tinggalkan perbedaan, perkuat persaudaraan, dan bangun kemandirian bersama demi masa depan anak cucu kita,” tambahnya.

PBA berharap seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, maupun pemimpin daerah di seluruh Sumatera dapat menyatukan langkah, menahan diri dari perpecahan, dan bekerja keras membangun kesiapan bersama demi menjaga kedamaian dan kemaslahatan bersama.

(Abu yus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain