Berita  

Masyarakat Alue Kuta Bersiap Bangkit, Pembersihan Lahan Pilot Project Penanaman Kacang Tanah Dimulai Sabtu

Bireuen – detikperistiwa.co.id

Warga Sampaikan Terima Kasih kepada Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas Arizal Mahdi atas Dukungan Pemulihan Pertanian Pascabanjir

Optimisme mulai tumbuh di tengah masyarakat Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. Setelah berbulan-bulan lahan pertanian mereka tertutup lumpur, semak belukar, dan material sisa banjir, warga akhirnya bersiap memulai langkah awal kebangkitan sektor pertanian. Pada Sabtu (lusa), masyarakat Gampong Alue Kuta akan memulai kegiatan pembersihan lahan seluas dua hektare sebagai tahap awal pelaksanaan pilot project penanaman kacang tanah yang ditargetkan memberikan manfaat kepada sekitar 100 orang masyarakat.

Bagi masyarakat Alue Kuta, kegiatan tersebut bukan sekadar membersihkan lahan yang terdampak banjir. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol lahirnya kembali optimisme, semangat gotong royong, dan tekad untuk membangun kembali kehidupan melalui sektor pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.

Sejak beberapa hari terakhir, warga mulai mempersiapkan berbagai peralatan kerja, mulai dari parang, cangkul, mesin pemotong rumput, hingga peralatan pendukung lainnya. Dengan semangat kebersamaan, mereka akan bergotong royong membersihkan lahan yang masih dipenuhi semak belukar, endapan lumpur, dan material sisa banjir agar siap diolah kembali menjadi lahan produktif.

Keuchik Gampong Alue Kuta, Habibullah, bersama masyarakat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas (RPRLB), Arizal Mahdi, atas perhatian, kepedulian, serta komitmennya dalam mendukung upaya pemulihan sektor pertanian melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian.

Habibullah mengatakan masyarakat menyambut baik dimulainya pilot project tersebut. Menurutnya, program ini menjadi harapan baru bagi para petani yang selama ini berjuang memulihkan lahan pertanian setelah diterjang banjir.

Habibullah mengatakan, “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Arizal Mahdi yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada masyarakat kami. Insya Allah, pada hari Sabtu nanti kami akan memulai pembersihan lahan secara gotong royong sebagai langkah awal pelaksanaan pilot project penanaman kacang tanah. Kami berharap program ini berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat Alue Kuta.”

Masyarakat menilai perhatian yang diberikan Arizal Mahdi telah menghadirkan optimisme baru bagi para petani untuk kembali mengolah lahan yang selama ini tidak dapat dimanfaatkan akibat banjir. Dukungan moral serta komitmennya untuk membantu mewujudkan program tersebut menjadi penyemangat bagi warga agar terus bangkit dan kembali berproduksi.

Pilot project penanaman kacang tanah ini dirancang untuk memberikan manfaat langsung kepada sekitar 100 orang masyarakat, baik petani maupun anggota keluarga mereka yang terdampak banjir. Selain mengembalikan produktivitas lahan, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian yang dapat diterapkan di wilayah lain dengan kondisi serupa.

Komoditas kacang tanah dipilih karena memiliki masa tanam yang relatif singkat, mudah dibudidayakan, serta memiliki nilai ekonomi yang baik. Tanaman ini juga dinilai sesuai sebagai salah satu komoditas yang mampu mendukung percepatan pemulihan lahan pertanian pascabanjir sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Menanggapi harapan masyarakat tersebut, Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi, mengatakan bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan memperbaiki kerusakan fisik. Yang tidak kalah penting adalah mengembalikan kemampuan masyarakat untuk kembali bekerja, berproduksi, dan memperoleh penghasilan secara mandiri.

Arizal Mahdi mengatakan, “Ketika lahan kembali produktif, harapan masyarakat ikut tumbuh. Pertanian bukan hanya sumber penghasilan, tetapi juga menjadi fondasi kehidupan masyarakat pedesaan. Kami berharap pilot project ini menjadi awal kebangkitan ekonomi masyarakat sekaligus membuktikan bahwa dengan semangat gotong royong dan kerja keras, masyarakat mampu bangkit setelah bencana.”

Program percontohan tersebut meliputi pembersihan dan pengolahan lahan seluas dua hektare, penyediaan sekitar 150 kilogram benih kacang tanah, pupuk, sarana produksi pertanian, peralatan kerja, hingga pendampingan selama proses penanaman dan panen.

Habibullah berharap kegiatan yang akan dimulai pada Sabtu mendatang menjadi awal kebangkitan sektor pertanian di Gampong Alue Kuta. Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat merupakan kekuatan utama untuk memulihkan lahan pertanian sekaligus membangun kembali perekonomian warga setelah bencana.

Apabila pilot project ini berhasil, masyarakat berharap program tersebut dapat diperluas ke desa-desa lain yang terdampak banjir sehingga semakin banyak petani dapat merasakan manfaatnya.

Bagi masyarakat Alue Kuta, Sabtu nanti bukan sekadar dimulainya kegiatan pembersihan lahan. Hari itu menjadi titik awal perjalanan untuk mengembalikan kehidupan yang sempat terhenti akibat banjir. Dari tanah yang kembali diolah, mereka berharap tumbuh bukan hanya tanaman kacang tanah, tetapi juga harapan, kemandirian, dan masa depan yang lebih baik bagi keluarga serta generasi mendatang.

Detik Peristiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain