Berita  

Masyarakat Bintang Pepara Bangun Kembali Jembatan Secara Swadaya dari Donasi

Aceh Tengah – detikperistiwa.co.id

Masyarakat Desa Bintang Pepara, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, bergotong royong membangun kembali jembatan yang sebelumnya putus akibat bencana banjir sekitar sembilan bulan lalu.

Jembatan tersebut merupakan akses penting yang menjadi penghubung antara Desa Bintang Pepara, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, dengan Desa Cekal, Kabupaten Bener Meriah. Putusnya jembatan menyebabkan aktivitas dan mobilitas masyarakat antara kedua wilayah menjadi terganggu.

Atas kondisi tersebut, masyarakat Desa Bintang Pepara berinisiatif membangun kembali jembatan secara swadaya. Pembangunan dilakukan dengan mengandalkan semangat gotong royong serta donasi dari masyarakat dan para dermawan.

Warga turut berpartisipasi dalam proses pembangunan, baik melalui tenaga, material maupun bantuan dana. Donasi yang terkumpul digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan jembatan.

Keberadaan jembatan ini sangat penting karena tidak hanya digunakan oleh masyarakat Desa Bintang Pepara, tetapi juga menjadi akses penghubung bagi masyarakat menuju Desa Cekal, Kabupaten Bener Meriah.

Masyarakat berharap dukungan dari para dermawan, pelaku usaha, organisasi, komunitas, serta berbagai pihak lainnya dapat terus mengalir hingga pembangunan jembatan selesai dan dapat digunakan secara lebih aman dan layak.

Selain dukungan masyarakat, warga juga berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi jembatan tersebut, mengingat akses ini memiliki peran penting dalam menghubungkan masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah.

“Jembatan ini putus akibat banjir sekitar sembilan bulan lalu. Karena sangat dibutuhkan masyarakat, kami berinisiatif membangunnya kembali melalui gotong royong dan donasi masyarakat,” ujar perwakilan masyarakat.

Masyarakat Bintang Pepara mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung pembangunan jembatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dan akses masyarakat.

Dari masyarakat, dengan gotong royong, untuk kepentingan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain