Ngopi Kamtibmas di Buloa, Polisi Ajak Warga Jaga Keamanan Lingkungan

Makassar, detikperistiwa.co.id – Kegiatan “Ngopi Kamtibmas” kembali digelar jajaran Polrestabes Makassar sebagai upaya memperkuat sinergi dengan masyarakat. Kali ini, kegiatan berlangsung di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kamis (30/4/2026) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolrestabes Makassar AKBP Andi Erma Suryono, Camat Tallo Andi Husni, Wakasat Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Syamsul, Kapolsek Tallo AKP Asfada, Danramil Tallo Mayor Arh Agus Rohmat, Lurah Buloa Naz Alamsyah Wiradinata, serta para ketua RW/RT dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Wakapolrestabes Makassar AKBP Andi Erma Suryono menegaskan bahwa program Ngopi Kamtibmas merupakan agenda rutin yang telah berjalan lebih dari satu tahun, sebagai sarana menyerap langsung aspirasi masyarakat sekaligus memetakan kondisi keamanan di wilayah.

“Melalui kegiatan ini, kami bisa melihat secara langsung situasi di lapangan, mendengar masukan, bahkan kritik dari masyarakat. Ini penting untuk memperbaiki kinerja kepolisian,” ujar Andi Erma.

Ia juga menekankan bahwa keamanan bukan semata tanggung jawab aparat, melainkan hasil kolaborasi antara polisi, TNI, pemerintah, dan masyarakat. Peran RT/RW disebut sebagai “benteng terdepan” dalam mendeteksi potensi gangguan kamtibmas.

Menurut dia, kondisi Kecamatan Tallo secara umum masih tergolong aman dan kondusif. Hal itu terlihat dari aktivitas masyarakat yang tetap berjalan hingga malam hari tanpa rasa khawatir.

Namun demikian, Andi Erma mengingatkan agar masyarakat tidak lengah. Ia menyoroti sejumlah potensi kejahatan yang masih kerap terjadi, seperti pencurian kendaraan akibat kelalaian pemilik, hingga pola baru peredaran narkoba yang kini dilakukan secara tersembunyi.

“Transaksi narkoba sekarang tidak lagi terang-terangan. Modusnya sudah berubah, seperti sistem tempel. Ini yang harus diwaspadai bersama,” katanya.

Ia mengungkapkan, dari ratusan tahanan di Polrestabes Makassar, mayoritas kasus didominasi oleh penyalahgunaan narkoba. Kondisi ini dinilai menjadi ancaman serius yang perlu ditangani secara kolektif.

Selain itu, ia juga menyoroti pengaruh negatif teknologi, khususnya penggunaan ponsel di kalangan anak-anak dan remaja.

Menurutnya, minimnya pengawasan orang tua dapat membuka peluang anak terjerumus dalam perilaku menyimpang, termasuk kecanduan game online hingga pinjaman daring ilegal.

“Anak-anak sekarang sangat rentan. Tanpa pengawasan, mereka bisa menjadi korban bahkan pelaku kejahatan. Peran keluarga sangat penting,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pihak kepolisian juga mengimbau warga untuk aktif melaporkan setiap potensi gangguan keamanan melalui layanan pengaduan, termasuk nomor bantuan polisi yang disediakan Polrestabes Makassar.

Camat Tallo Andi Husni dalam sambutannya memberikan gambaran lebih rinci terkait kondisi wilayahnya.

Ia menyebut, kegiatan Ngopi Kamtibmas yang rutin digelar terbukti memberikan dampak signifikan dalam menekan angka kriminalitas.

“Ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ini forum strategis. Kita bisa langsung menyampaikan persoalan di lapangan dan mencari solusi bersama,” kata Andi Husni.

Meski demikian, ia mengakui bahwa tantangan kamtibmas di Kecamatan Tallo semakin kompleks. Beberapa isu yang masih menjadi perhatian serius antara lain penyalahgunaan narkoba, potensi konflik sosial, hingga penataan pedagang kaki lima (PKL) liar.

“Permasalahan kita tidak sederhana. Ada narkoba, ada konflik sosial, hingga persoalan PKL. Semua ini butuh penanganan terpadu,” ujarnya.

Andi Husni juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut koordinasi antara pihak kecamatan, kepolisian, dan TNI selama ini berjalan cukup solid, terutama dalam kegiatan patroli gabungan.

“Selama Ramadan kemarin, kami rutin patroli bersama. Ke depan ini akan terus kami lanjutkan. Bahkan dalam waktu dekat, kami kembali menjadwalkan patroli gabungan untuk memastikan situasi tetap kondusif,” katanya.

Ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan di Kecamatan Tallo saat ini merupakan hasil kerja kolektif, bukan semata peran aparat.
<span;>“Alhamdulillah, kondisi Tallo sampai saat ini relatif aman. Itu karena kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Lurah Buloa Naz Alamsyah Wiradinata memaparkan kondisi riil di wilayahnya secara lebih terbuka. Ia mengakui bahwa kasus pencurian dan perkelahian warga masih menjadi persoalan yang kerap muncul.

“Di wilayah kami, kejadian seperti pencurian dan perkelahian masih ada. Ini yang terus kami upayakan untuk ditekan,” kata Naz Alamsyah.

Ia menilai keberadaan RT dan RW sangat krusial dalam menjaga stabilitas lingkungan. Bahkan, ia menyebut bahwa penguatan peran RT/RW menjadi salah satu fokus utama pemerintah kelurahan.

“RT dan RW ini ujung tombak. Dengan kolaborasi bersama kepolisian, kami optimistis potensi gangguan keamanan bisa dicegah lebih dini,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyinggung sejumlah persoalan penataan wilayah, seperti aktivitas PKL dan keberadaan ekspedisi yang dinilai perlu penertiban lebih lanjut.

Pihak kelurahan, kata dia, telah melakukan langkah administratif, termasuk melayangkan surat kepada pihak terkait.

“Kami sudah beberapa kali bersurat terkait persoalan ini. Ke depan akan ada pemanggilan bersama dinas terkait untuk mencari solusi,” katanya.

Dalam enam bulan masa jabatannya, Naz Alamsyah juga mulai mendorong kegiatan sosial dan keagamaan sebagai langkah preventif menjaga ketertiban masyarakat.

Program seperti majelis taklim, pengajian, hingga kegiatan Ramadan disebut telah berjalan dan akan kembali dilanjutkan serta dirangkaikan dalam momentum peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus.

“Kegiatan ini sudah berlangsung dan akan kami lanjutkan nanti bertepatan dengan peringatan 17 Agustus, sebagai upaya mempererat kebersamaan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan Ngopi Kamtibmas ditutup dengan sesi dialog interaktif, di mana warga menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari keamanan lingkungan, peredaran narkoba, hingga kenakalan remaja.

Forum tersebut menegaskan bahwa persoalan kamtibmas tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. (niar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *