Tapanuli Utara – detikperistiwa.co.id
Guna mengantisipasi dampak buruk polusi asap akibat kebakaran hutan yang marak terjadi, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Parsingkaman menggelar aksi simpatik dengan membagikan masker secara gratis. Kegiatan yang berpusat di Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara ini dilaksanakan pada Senin (12,13,14/10/2026), dengan sasaran utama anak-anak sekolah dan masyarakat umum.
Langkah cepat ini diambil sebagai respons nyata terhadap penurunan kualitas udara yang berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Anak sekolah menjadi prioritas utama karena tingginya aktivitas mereka di luar ruangan selama jam belajar-mengajar.
Kepala Puskesmas (Kapus) Parsingkaman, Bungani Sirait, SKM.MKM., memimpin langsung jalannya kegiatan ini. Bersama seluruh jajarannya, mereka turun ke lapangan untuk memastikan setiap siswa dan warga yang melintas mendapatkan masker layak pakai.
“Kesehatan masyarakat, terutama anak-anak kita yang merupakan generasi penerus, adalah prioritas utama. Polusi asap akibat kebakaran hutan ini tidak boleh kita abaikan. Melalui aksi peduli kasih ini, kami ingin memastikan anak-anak tetap dapat belajar dengan aman dan terlindungi dari bahaya hirupan asap,” ujar Bungani Sirait di sela-sela kegiatan.
Bungani menambahkan bahwa aksi ini menyasar seluruh sekolah dari tingkat SD, SMP, hingga SMA di Kecamatan Adiankoting. Tenaga kesehatan di tingkat desa juga dikerahkan secara aktif untuk mendistribusikan masker di wilayah kerja masing-masing menggunakan persediaan dari Gudang Farmasi Puskesmas Parsingkaman. Dari total 16 desa yang ada di kecamatan tersebut, petugas telah berhasil menjangkau 14 desa.
Aksi sigap ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat setempat. Salah seorang warga, Markus Sitompul, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang ditunjukkan oleh pihak puskesmas.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Puskesmas Parsingkaman karena telah bergerak cepat dan peduli dengan kesehatan masyarakat di tengah situasi seperti ini,” ungkap Markus saat dimintai tanggapan oleh media.
Selain membagikan masker, petugas kesehatan juga memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah situasi kabut asap. Warga dan pelajar diimbau untuk membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak, serta memperbanyak konsumsi air putih. Guru dan orang tua murid pun berharap agar masalah kabut asap ini dapat segera teratasi, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal dan sehat.
Laporan: Kaperwil Sumut
(Anton Sitompul)













