Polda Sumsel Edukasi Publik soal Pencegahan Pelecehan Seksual di Sekolah Lewat Radio Elshinta

 

PALEMBANG —detikperistiwa co.id
Polda Sumatera Selatan mengedukasi masyarakat tentang pencegahan pelecehan seksual di sekolah melalui talk show interaktif di Radio Elshinta Palembang, Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang menghadirkan IPDA Riska Mayangsari, S.S., M.H., sebagai narasumber ini mengajak masyarakat mengenali bentuk pelecehan seksual dan menghentikan kebiasaan menganggapnya sebagai candaan.

Melalui Subbid Penmas Bidhumas Polda Sumsel, edukasi tersebut menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi anak. Sekolah, orang tua, teman sebaya, dan masyarakat memiliki peran dalam mencegah pelecehan serta memastikan korban memperoleh pendampingan yang tepat.

Dalam dialog yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai itu, IPDA Riska Mayangsari membahas berbagai bentuk pelecehan seksual. Perilaku tersebut tidak hanya berupa kontak fisik, tetapi juga komentar bernuansa seksual, penghinaan tubuh, gestur melecehkan, pengiriman pesan digital, hingga ancaman penyebaran gambar intim.

Pelecehan seksual dapat mengganggu rasa aman, kepercayaan diri, dan proses belajar korban. Karena itu, masyarakat tidak boleh menganggap perilaku tersebut sebagai hal biasa atau membenarkannya dengan alasan bercanda.

Polda Sumsel juga menekankan pentingnya penanganan setiap pengaduan secara serius. Selain menjaga kerahasiaan identitas, pihak terkait perlu memberikan pendampingan kepada korban tanpa menghakimi atau menyalahkan mereka.

Edukasi ini turut memperkenalkan saluran pengaduan kepolisian agar masyarakat lebih mudah melaporkan dugaan pelanggaran hukum. Masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110 secara gratis, melalui WhatsApp 0899 2 473 473, atau akun resmi Instagram Ditres PPA dan PPO.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan komitmen kepolisian dalam mengawal perlindungan perempuan dan anak di wilayah Sumatera Selatan. Ia mengimbau orang tua dan pihak sekolah membangun komunikasi terbuka agar anak berani melapor ketika mengalami hal yang tidak menyenangkan.

Melalui dialog publik dan edukasi berkelanjutan, Polda Sumsel mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan pelecehan seksual. Upaya ini juga memperkuat pemahaman mengenai perlindungan anak, baik di lingkungan pendidikan maupun di ruang digital.
Edit “mry”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain