Safruddin Terpilih Sebagai Keuchik Gampong Gelanggang Baro, Pilchiksung Berlangsung Aman dan Kondusif

 

BIREUEN –Detikperistiwa.co.id

Pemilihan Keuchik Langsung (Pilchiksung) Gampong Gelanggang Baro, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen berlangsung aman, tertib, dan kondusif di halaman meunasah gampong setempat, Minggu (2/8/2026).

Pemilihan tersebut diikuti tiga calon keuchik, yakni Desi Safnita (nomor urut 1), Mirza Iskandar (nomor urut 2), dan Safruddin (nomor urut 3).

Sebanyak 1.037 warga tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Setelah proses pemungutan suara selesai, kotak suara dibuka pada pukul 14.00 WIB untuk dilanjutkan dengan penghitungan suara secara terbuka yang disaksikan para saksi, panitia, aparat keamanan, dan masyarakat. Dalam proses tersebut terdapat satu surat suara dinyatakan rusak.

Kegiatan ini dihadiri Camat Kota Juang Syaifuddin, S.KM., M.Kes., Kapolsek Kota Juang, unsur Koramil, Babinsa, perangkat gampong, serta masyarakat yang menggunakan hak pilihnya.

Berdasarkan hasil penghitungan suara, calon nomor urut 3, Safruddin, memperoleh 263 suara dan berhasil meraih suara terbanyak sehingga terpilih sebagai Keuchik Gampong Gelanggang Baro.

Usai penghitungan suara, Camat Kota Juang Syaifuddin, S.KM., M.Kes., mengajak seluruh masyarakat menerima hasil pemilihan dengan lapang dada, menjaga persatuan, serta bersama-sama mendukung keuchik terpilih demi kemajuan Gampong Gelanggang Baro.

Sementara itu, Kapolsek Kota Juang mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi anak-anak, khususnya yang masih duduk di bangku SMP. Menurutnya, perhatian keluarga sangat penting untuk mencegah kenakalan remaja berkembang menjadi tindakan kriminal.

“Kalau bisa sebelum pukul 22.00 WIB anak-anak sudah berada di rumah. Pengawasan orang tua sangat penting agar mereka tidak terlibat dalam pergaulan yang berpotensi mengarah pada tindakan melanggar hukum,” pesan Kapolsek.

Seluruh rangkaian Pilchiksung berlangsung aman, tertib, dan lancar, kemudian ditutup dengan foto bersama unsur Forkopimcam, panitia, serta masyarakat yang hadir.

(Erna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain