Tangis Pilu lbu Korban Bullying SDN 01 Kebondalem Pemalang: “Dipukul di Perut, Ditendang Pakai Sepatu” – 9 Hari Bertahan dengan Sakit Luar Biasa Hingga Ahirnya Harus Berahir Dengan Kematian

PEMALANG – Tangis Diah Indriyanti (36) pecah di rumah duka. Ibu dari MHAQ (7), bocah kelas 2 SDN 01 Kebondalem Pemalang yang meninggal dunia diduga usai jadi korban bullying, akhirnya buka suara soal detik-detik penderitaan anaknya.

Diah mengaku anaknya sempat bungkam, tidak mau cerita apa yang dialami di sekolah. Baru setelah diperiksa dokter di rumah sakit, MHAQ akhirnya berani bicara.

“Dia menjawab itu setelah diperiksa sama dokter, katanya dipukul di perut, ada yang nendang pakai sepatu,” ungkap Diah.

Sejak saat itu, penderitaan MHAQ dimulai. Selama sembilan hari dirawat intensif di RS, kondisinya terus menurun.

Bukan hanya sakit perut, seluruh tubuhnya sakit luar biasa.

“Selama sembilan hari yang sering dikeluhkan itu perut, sama seluruh badan kalau diangkat itu nangis. Korban juga sempat muntah-muntah, BAB berdarah, tak nafsu makan, serta kesulitan buang air besar,” tutur Diah.

Diah menceritakan anaknya mengalami gejala medis yang cukup parah. Muntah terus-menerus, buang air besar berdarah, tidak mau makan, dan kesakitan hebat di sekujur tubuh hingga setiap kali diangkat selalu menangis.

Setelah 9 hari dirawat, korban sempat dipulangkan. Namun di rumah, rasa sakit itu kembali datang lebih hebat hingga akhirnya pada Rabu sore, 30 September 2026 nyawanya tak tertolong.

Saat ini jenazah korban sudah dimakamkan pihak keluarga, diketahui sebelumnya jenazah korban juga telah menjalani proses autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematiannya. Kasus ini juga sudah dalam penanganan pihak kepolisian.

seputarpemalang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain