Wakil Bupati Sidoarjo Dorong Edukasi Anak Tanpa Gadget di Kampung Lali Gadget

Sidoarjo – detikperistiwa.co.id

Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, melakukan kunjungan ke wahana Outdoor Learning (ODL) di Kampung Lali Gadget, Dusun Benet, Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Senin (4/5).

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mendorong tumbuh kembang anak melalui aktivitas edukatif tanpa ketergantungan gadget.
Dalam agenda tersebut, Wakil Bupati didampingi sejumlah pihak, di antaranya Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Camat Wonoayu, serta Forkopimka setempat.

Mimik Idayana menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan Kampung Lali Gadget yang dinilai mampu menjadi solusi alternatif atas meningkatnya ketergantungan anak terhadap perangkat digital.

Menurutnya, inisiatif yang digagas anak muda tersebut menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk belajar, bermain, berinteraksi dengan alam, serta bersosialisasi secara

langsung tanpa gadget.
“Ini adalah contoh nyata peran aktif masyarakat dalam mendukung pendidikan karakter anak,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus mendorong pengembangan program serupa di wilayah lain.

Konsep Kampung Lali Gadget diharapkan dapat direplikasi di berbagai kecamatan dan desa, dengan optimalisasi sarana dan prasarana berbasis potensi lokal. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran luar kelas (outing class) dapat dilakukan di dalam daerah tanpa perlu keluar kota.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Netti Lastiningsih, menilai Kampung Lali Gadget selaras dengan arah kebijakan pendidikan saat ini yang menekankan penguatan karakter dan kreativitas anak.

Ia menyebutkan bahwa konsep Outdoor Learning di lokasi tersebut dapat menjadi model pembelajaran kontekstual, khususnya bagi jenjang PAUD/TK dan SD. Selain itu, pendekatan serupa juga dapat diterapkan di lingkungan sekolah dengan memaksimalkan fasilitas yang tersedia.
Di sisi lain, pendiri Kampung Lali Gadget, Achmad Irfandi, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut lahir dari keprihatinan terhadap penggunaan gadget yang berlebihan pada anak-anak.

“Kami ingin mengembalikan dunia anak ke dunia bermain yang sesungguhnya,” jelasnya.

Di Kampung Lali Gadget, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai permainan tradisional seperti dakon, egrang, gobak sodor, dan bakiak panjang.

Permainan tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan, kreativitas, dan kearifan lokal.

Antusiasme juga datang dari para peserta. Salah satunya Anindiya (5), siswa TK Dharma Wanita Persatuan Wedoro Waru, yang mengaku senang dapat mencoba permainan bakiak panjang bersama teman-temannya.

Melalui pengembangan wahana ODL berbasis permainan tradisional ini, diharapkan anak-anak tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga mampu membangun karakter, kesehatan fisik, serta keterampilan sosial di tengah tantangan era digital. (Luqwong)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *