Lapas Majalengka Luncurkan Pendidikan Kesetaraan Paket B-C dan Pesantren Bina Santri Al-Awwabin

MAJALENGKA— Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Majalengka resmi meluncurkan Program Pendidikan Kesetaraan Paket B dan C, sekaligus meresmikan Pesantren Bina Santri Al-Awwabin. Pembukaan program ini digelar khidmat di lingkungan Lapas Majalengka dan dihadiri sejumlah pejabat daerah serta mitra strategis.

Program ini menjadi langkah strategis Lapas Majalengka dalam membekali Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) agar siap kembali ke masyarakat dengan membawa ijazah formal dan bekal ilmu agama.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Majalengka Didi Supriadi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Rd. M. Umar Ma’ruf yang mewakili Bupati Majalengka, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Majalengka, Ketua Yayasan Pancar Kalijati Nusantara Iwan Gunawan selaku mitra pelaksana melalui PKBM Dharmawangsa Nusantara, serta para stakeholders, insan media, dan tokoh masyarakat.

Dua Bekal untuk WBP: Ijazah dan Ilmu Agama

Melalui kerja sama dengan PKBM Dharmawangsa Nusantara di bawah naungan Yayasan Pancar Kalijati Nusantara, WBP yang belum menyelesaikan pendidikan tingkat SMP dan SMA kini dapat melanjutkan studi hingga memperoleh ijazah resmi Paket B dan Paket C.

Bersamaan dengan itu, Pesantren Bina Santri Al-Awwabin dihadirkan sebagai wadah penempaan karakter, perbaikan akhlak, dan pendalaman ilmu agama. Kombinasi pendidikan umum dan keagamaan ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi WBP untuk melangkah ke masa depan.

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

Kalapas Majalengka Rian Firmansyah dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk pengimplementasian Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang diterjemahkan dalam Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan No. 11 tentang Pendidikan Kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan.

Ketua Yayasan Pancar Kalijati Nusantara Iwan Gunawan mengatakan program ini dilandasi rasa kemanusiaan dan kepedulian mendalam.

“Menurutnya, banyak di antara mereka yang terjerat hukum karena situasi keterpaksaan hidup. Kehadiran program ini diharapkan dapat memberikan ruang pembinaan, pengharapan, serta bekal yang bermakna bagi masa depan mereka,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Rd. M. Umar Ma’ruf.

“Hal ini patut diapresiasi bersama. Kami Dinas Pendidikan akan berupaya mendukung program ini ke depannya, karena Pemerintah Daerah Majalengka pada RPJMD 2024-2029, dalam mewujudkan masyarakat yang langkung sae yaitu dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan,” ucapnya.

Senada, Ketua DPRD Kabupaten Majalengka Didi Supriadi menyampaikan dukungan penuh.

“Saya siap mendukung program yang diusung, mudah-mudahan program ini dapat berjalan dengan lancar. Serta apresiasi kepada Kalapas, dimana bukan hanya produk yang bisa dimanfaatkan, tetapi juga keterampilan dari warga binaan. Dimana ketika warga binaan kembali ke masyarakat, mereka mampu untuk berbaur,” tegasnya.

Tutup dengan Penampilan Seni WBP

Rangkaian acara ditutup dengan penampilan karya seni warga binaan. Para tamu disuguhkan Tari Bubuy Bulan khas Jawa Barat yang dibawakan dengan anggun. Suasana semakin semarak dengan penampilan Band Warga Binaan Lapas Majalengka. Penampilan ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ruang tidak memadamkan kreativitas dan bakat seni mereka.

( Aboen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain