Haul Habib Bugak Aceh Digelar, Jadi Momentum Mengenang Jasa dan Keteladanan

 

BIREUEN – Detikperistiwa.co.id

Haul Habib Abdurrahman bin Alwi Al-Habsyi atau yang lebih dikenal dengan Habib Bugak Aceh digelar di kompleks Makam Habib Bugak, Kampung Bugak, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Minggu (27/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa, ilmu dan keteladanan Habib Bugak, sekaligus mempererat silaturahmi keluarga besar dan masyarakat Aceh.

Haul diselenggarakan oleh Forum Keluarga Besar Habib Bugak dan dihadiri sejumlah tokoh agama serta masyarakat. Turut hadir Habib Abdullah bin Ja’far Al-Habsyi yang memberikan tausiah dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Hadir pula Habib Haikal Al Attas, pimpinan Majelis Ahzabiddin Langsa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia, Sayyid Jamaluddin, SE., MM., yang menyampaikan ulasan mengenai sejarah dan keteladanan Habib Bugak serta nilai-nilai yang diwariskannya kepada masyarakat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Syekh Habib Muais dan tausiah keagamaan sebagai bagian dari rangkaian utama haul.

Perwakilan panitia menyampaikan, momentum haul menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenang jasa, ilmu dan keteladanan almarhum, sekaligus mempererat tali silaturahmi dalam menjaga nilai-nilai keislaman di bumi Serambi Mekah.

“Momentum ini merupakan ruang bagi kita semua untuk mengenang jasa, ilmu, dan keteladanan almarhum, sekaligus mempererat tali silaturahmi demi menjaga nilai-nilai keislaman di bumi Serambi Mekah,” ujar perwakilan panitia.

Sebagai bagian dari rangkaian penutup, panitia menyerahkan santunan kepada 50 anak yatim. Santunan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial yang turut mewarnai pelaksanaan haul.

Melalui kegiatan tersebut, keluarga besar Habib Bugak berharap nilai-nilai perjuangan, ilmu dan keteladanan yang diwariskan Habib Bugak tetap dikenang serta diteruskan dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Jurnalis DetikPeristiwa – Erna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain