Detikperistiwa.co.id
GRESIK – Suara kekecewaan kembali disampaikan warga terdampak penggusuran kios di kawasan Semambung, Kecamatan Driyorejo, Gresik. Salah satu korban bahkan mengaku sebagai pendukung Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani saat kontestasi politik berlangsung.
Namun, ia menyayangkan hingga kini perjuangan para korban yang bertahan menyuarakan aspirasi di depan Kantor DPRD Gresik selama kurang lebih 40 hari belum juga mendapat perhatian langsung dari kepala daerah.
Dalam video pernyataannya, pria tersebut menilai pemerintah daerah seharusnya memiliki kepekaan terhadap kondisi masyarakat yang kehilangan tempat usaha akibat penertiban tersebut.
Video; https://youtu.be/8KOc73B8JVg?si=6qbTMu896rkRvk1x
Ia juga menyoroti letak Kantor Bupati Gresik dan DPRD Gresik yang dinilai tidak berjauhan. Karena itu, para korban merasa heran lantaran belum pernah ada kunjungan langsung ataupun dialog terbuka dari pihak pemerintah daerah kepada warga terdampak.
Menurutnya, para korban bukan sekadar mencari perhatian, melainkan berharap ada solusi dan kepastian atas nasib mereka pasca pembongkaran kios.
Aksi bertahan yang dilakukan warga di sekitar Kantor DPRD Gresik disebut sebagai bentuk perjuangan mencari keadilan serta ruang komunikasi dengan pemerintah.
Sementara itu, polemik pembongkaran kios Semambung hingga kini masih menjadi perhatian publik. Sejumlah warga terdampak sebelumnya juga telah menyampaikan berbagai keluhan terkait dampak ekonomi dan sosial setelah tempat usaha mereka dibongkar. By












