Detikperistiwa.co.id – LOMBOK TIMUR – Sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Timur akan mendapatkan perbaikan infrastruktur setelah pemerintah pusat memberikan dukungan dana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), daerah ini memperoleh alokasi hibah lebih dari Rp11,377 miliar.
Kepastian tersebut diperoleh setelah Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menghadiri penyerahan hibah rehabilitasi dan rekonstruksi di Jakarta, Kamis (5/11/2026). Anggaran yang diterima akan digunakan untuk memulihkan fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Dari sejumlah kebutuhan yang diajukan, terdapat tiga jembatan dan satu gedung sekolah yang menjadi prioritas penanganan. Ketiga jembatan tersebut berada di Desa Teko, Kecamatan Pringgabaya, kemudian Desa Tetebatu dan Desa Jeruk Manis di Kecamatan Sikur.
Masing-masing merupakan Jembatan Apitaik-Teko, Jembatan Ulem-Ulem, serta Jembatan Berang Panas-Jeruk Manis. Selain itu, rehabilitasi juga menyasar gedung SMPN Satap 1 Montong Gading di Desa Perian, Kecamatan Montong Gading.
Bupati Haerul Warisin menyatakan bantuan tersebut menjadi dukungan penting bagi pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana. Ia berharap anggaran yang diterima dapat segera diterjemahkan menjadi pekerjaan pemulihan sehingga fasilitas yang rusak kembali berfungsi dan bisa dimanfaatkan masyarakat.
Menurutnya, kerusakan infrastruktur dapat berdampak langsung terhadap berbagai aktivitas warga. Karena itu, percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi diperlukan agar akses masyarakat serta pelayanan publik tidak terus mengalami hambatan.
Di sisi lain, Haerul juga mengusulkan penguatan koordinasi penanggulangan bencana melalui pembentukan Balai BNPB di tingkat provinsi. Usulan tersebut disampaikan karena pemerintah daerah selama ini masih menghadapi kendala jarak dalam berkomunikasi dengan pemerintah pusat.
Ia berharap kehadiran balai di setiap provinsi nantinya mampu mempercepat penyampaian kebutuhan daerah, mempermudah koordinasi penanganan bencana, sekaligus meningkatkan efektivitas pengawasan program.
Dalam kesempatan tersebut, Haerul hadir bersama Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur. Keduanya menyambut baik rencana pemerataan pelayanan kebencanaan agar penanganan di daerah dapat dilakukan dengan koordinasi yang lebih dekat dan responsif.
Secara nasional, BNPB menyalurkan hibah rehabilitasi dan rekonstruksi kepada 36 daerah dengan total nilai lebih dari Rp564,572 miliar. Lombok Timur menjadi salah satu penerima alokasi untuk mendukung pemulihan fasilitas yang terdampak bencana.
Untuk memastikan pemanfaatannya sesuai sasaran, dana tersebut akan dimasukkan ke dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) BPBD masing-masing daerah. Seluruh penerima diwajibkan mengelola dan menggunakan anggaran berdasarkan peruntukan serta ketentuan yang berlaku.
Dengan dukungan ini, pemerintah Kabupaten Lombok Timur diharapkan mampu mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak dan mengembalikan fungsi fasilitas publik yang dibutuhkan masyarakat.(red)







