Gelar Program “POLIRAN” Polda Bali Gandeng ASTA Group untuk Perluas Lapangan Kerja dan Cegah Gangguan Kamtibmas dari Hulu

Karangasem | detikperistiwa.co.id 

Kepolisian Daerah Bali terus berinovasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui langkah-langkah preventif yang menyentuh akar permasalahan sosial. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan “Polisi Peduli Pengangguran” (Poliran), sebuah program nyata yang menjadi bagian dari program “Quick Wins” Bapak Kapolri, khususnya pada aspek “Ruang Publik Aman”.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (5/11/2026) ini, sebanyak 64 orang pencari kerja yang mengikuti kegiatan tersebut nantinya akan langsung disalurkan melalui PT Asta Nadi Karya Utama (Asta Group).

 

Kehadiran Polda Bali dalam giat “Poliran” ini berperan aktif sebagai fasilitator dan inisiator utamatidak hanya menjembatani para pencari kerja dengan dunia usaha yang aman, jujur, dan terbuka, tetapi juga mengawal dan melindungi proses penempatan tenaga kerja agar transparan serta terhindar dari praktik penipuan kerja ilegal.

 

Kapolda Bali, Irjen Pol Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., dalam arahannya menyampaikan bahwa pelibatan polisi dalam urusan ketenagakerjaan didasari oleh pemahaman bahwa pekerjaan bukan sekadar sumber penghasilan, melainkan menyangkut martabat, harapan, dan arah hidup seseorang.

 

“Ketika harapan itu hilang, seseorang akan mudah tersesat dan terjerumus dalam perilaku negatif seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, penipuan, dan berbagai jenis kejahatan lainnya. Di situlah benih gangguan kamtibmas sesungguhnya tumbuh,” tegas Kapolda Bali.

 

Oleh karena itu, melalui program Poliran, Polda Bali mengambil peran strategis untuk hadir sejak dari hulu untuk mencegah masalah lahir sebelum menjadi gangguan nyata, karena mencegah seseorang kehilangan arah jauh lebih bermakna daripada melakukan penindakan hukum.

 

Polda Bali berkomitmen untuk melaksanakan program Poliran secara berkelanjutan melalui 4 (empat) langkah strategis pengawalan kepolisian, yaitu:
1. Mendengar aspirasi para pencari kerja.
2. Menindaklanjuti setiap persoalan ketenagakerjaan yang ada.
3. Menghubungkan masyarakat yang belum memiliki pekerjaan dengan para pengusaha atau perusahaan pengguna tenaga kerja serta lembaga pelatihan.
4. Melindungi dan memastikan jalan menuju pekerjaan tersebut aman, jujur, dan terbuka bagi siapa pun.

 

Sebagai destinasi pariwisata favorit dunia, Bali sangat membutuhkan situasi yang aman, nyaman, dan harmonis. Namun, di era digitalisasi dan disrupsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) saat ini, Kapolda Bali mengingatkan agar masyarakat tidak lengah.

 

“Masa mencari kerja adalah masa menempa diri, tetap semangat, dan jangan mudah menyerah. Ijazah membuka pintu tetapi kompetensi dan kualitas dirilah yang membuat seseorang bernilai. Laksanakan amanah secara profesional dan tulus karena keterampilan dapat dilatih, namun kejujuran tidak dapat dibeli, serta tolak tawaran kerja yang meminta jaminan uang,” lanjut Kapolda Bali.

 

Kapolda Bali turut mengapresiasi dukungan Asta Group dan seluruh pelaku usaha di Bali, seraya berharap kolaborasi ini menjadi investasi sosial yang kokoh bagi masa depan Bali yang berdaya.

 

Masyarakat Bali diimbau untuk senantiasa bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Apabila mengetahui atau menemukan adanya potensi gangguan kamtibmas, warga diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat atau memanfaatkan layanan “Call Center Polisi 110” yang beroperasi 24 jam dan bebas pulsa.

 

 

Sby

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain