Hampir 10 Bulan Jadi Jalur Darurat, Blang Tingkeum-Kuta Blang Kini Punya Jembatan Baru

 

BIREUEN – Detikperistiwa.co.id

Setelah hampir 10 bulan menjadi jalur darurat akibat bencana banjir dan longsor, Jembatan Blang Tingkeum–Kuta Blang di Kabupaten Bireuen akhirnya kembali berfungsi. Jembatan yang terputus sejak bencana pada 26 November 2025 itu resmi dibuka dan dapat dilalui kendaraan, Minggu (20/9/2026).

Bencana banjir dan longsor pada 26 November 2025 menyebabkan jembatan tersebut hanyut hingga memutus total akses transportasi pada jalur utama Medan–Banda Aceh.

Sekitar satu bulan setelah bencana, akses penyeberangan kemudian dibantu menggunakan jembatan Bailey. Namun, sebagai jembatan sementara, kapasitasnya terbatas sehingga pengguna jalan harus menyesuaikan kondisi lalu lintas di kawasan tersebut.

Kini, jembatan baru telah selesai dibangun dan kembali menghubungkan jalur transportasi utama tersebut. Peresmian ditandai dengan pelepasan mobil pertama yang melintasi jembatan.

Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, dalam wawancara usai peresmian menyampaikan bahwa jembatan Bailey yang selama ini digunakan sebagai akses sementara nantinya akan diganti dengan jembatan baru.

Dengan rencana tersebut, ke depan akan terdapat dua jembatan untuk dua jalur di kawasan Blang Tingkeum–Kuta Blang, sehingga akses lalu lintas dapat ditunjang dengan dua jalur jembatan.

Peresmian turut dihadiri Direktur Pembangunan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM), Gatot Sukmara, ST, MT, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bireuen Fadli Amir, ST, MT, Wakil Bupati Bireuen, Kapolres Bireuen, Dandim 0111/Bireuen, Danrem Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran, serta unsur Forkopimda.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan prosesi peusijuk dan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas selesainya pembangunan jembatan yang menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat dan pengguna jalan lintas Medan–Banda Aceh.

Berfungsinya kembali Jembatan Blang Tingkeum–Kuta Blang menjadi penanda pulihnya salah satu akses vital setelah hampir 10 bulan terdampak bencana.

Jurnalis DetikPeristiwa – Erna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain