Drainase Desa Kelaping Disorot, Dua Rumah Warga Diduga Terdampak Genangan dan Sampah

Aceh Tengah – detikperistiwa.co.id

Dua rumah warga di Desa Kelaping,Kecamatan Pegasing, Dusun Pemulo, Kabupaten Aceh Tengah, diduga terdampak genangan air dan sampah yang mengalir melalui saluran drainase di kawasan tersebut. Kondisi itu menjadi keluhan warga karena saluran drainase yang ada disebut belum memiliki pembuangan yang memadai, terutama saat musim penghujan.

Keluhan warga tersebut berkaitan dengan aliran air dan sampah dari lingkungan sekitar yang disebut mengarah ke area permukiman. Kondisi tersebut membuat salah satu area rumah warga menjadi tumpuan genangan air, sementara sampah yang terbawa aliran drainase juga berpotensi menumpuk di sekitar rumah warga.

Berdasarkan penelusuran tim media ini pada Minggu (20/9/2026), terlihat adanya pembangunan saluran drainase di kawasan Dusun Pemulo, Desa Kelaping. Namun, dari hasil pengamatan di lokasi, posisi saluran drainase tersebut terlihat lebih tinggi dibandingkan badan jalan di sekitarnya.

Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian karena drainase pada dasarnya berfungsi sebagai saluran untuk mengalirkan air sehingga dapat mengurangi potensi terjadinya genangan di kawasan permukiman. Selain posisi saluran, keberadaan pembuangan akhir aliran air juga menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian.

Warga yang terdampak berharap pemerintah desa dapat memperhatikan kondisi tersebut dan mencari solusi agar aliran air dari drainase tidak kembali menggenangi lingkungan rumah warga. Warga juga berharap persoalan sampah yang terbawa aliran air dapat ditangani sehingga tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat sekitar.

Untuk memperoleh kejelasan mengenai pembangunan drainase tersebut, tim media ini kemudian melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Kelaping. Konfirmasi dilakukan untuk mengetahui sumber anggaran pembangunan, alasan drainase dibuat lebih tinggi dari badan jalan, serta keberadaan papan informasi pekerjaan.

Dalam konfirmasi tersebut, Kepala Desa Kelaping ditanyakan apakah pembangunan drainase menggunakan anggaran Dana Desa, mengapa drainase dibuat lebih tinggi dari jalan, serta mengapa tidak terlihat papan informasi terkait pekerjaan pembangunan tersebut.

Kepala Desa juga dimintai tanggapan mengenai keluhan warga terkait dampak drainase terhadap genangan air dan sampah yang disebut mengalir melalui saluran tersebut menuju area rumah warga karena belum adanya saluran pembuangan yang memadai.

Menanggapi pesan konfirmasi tersebut, Kepala Desa Kelaping hanya memberikan jawaban, “Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Mohon maaf, ini siapa dan dari pihak mana?”

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada jawaban lebih lanjut dari Kepala Desa Kelaping terhadap pertanyaan yang disampaikan terkait sumber anggaran, konstruksi drainase, papan informasi pekerjaan maupun keluhan warga mengenai genangan air dan sampah.

Media ini akan terus melakukan penelusuran dan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai pembangunan drainase tersebut. Penelusuran juga akan dilakukan kepada pihak yang memiliki kewenangan dalam pembinaan maupun pengawasan pembangunan desa.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperoleh informasi yang utuh, berimbang dan berdasarkan fakta di lapangan. Setiap pihak yang berkaitan dengan pembangunan maupun persoalan drainase tersebut tetap diberikan ruang untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain