Labuhanbatu – detikperistiwa.co.id
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan, S.H., memimpin rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna menyusun rencana kerja strategis percepatan pelaksanaan program wajib belajar satu tahun pendidikan prasekolah di wilayah tersebut.
Kegiatan rapat tersebut, berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu, Jalan Menara No.7, Kelurahan Bina Raga, Kecamatan Rantau Utara, pada Rabu (22/7/2026).
Rapat ini menjadi langkah penting menyamakan persepsi serta menyusun langkah nyata implementasi program, baik yang sudah berjalan maupun yang akan dilaksanakan ke depannya, demi mencapai target pemerataan akses pendidikan prasekolah bagi seluruh anak usia dini di Labuhanbatu.
Menjelaskan kepada Utamanews, Kadisdik Abdi Jaya Pohan menegaskan pertemuan ini bertujuan mengajak seluruh OPD terkait memiliki peran nyata dalam menuntaskan kebijakan wajib belajar 13 tahun yang ditetapkan Kementerian Pendidikan tahun 2025, di mana satu jenjangnya adalah pendidikan prasekolah.
“Kebijakan ini sudah ada, dan ini komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu untuk melaksanakannya. Maka kami undang OPD terkait agar masing-masing tahu peran yang harus dijalankan,” ujarnya.
Ia memaparkan pembagian peran yang disusun: Bapeda diharapkan memuat program wajib belajar 13 tahun khususnya 1 tahun prasekolah ke dalam dokumen RPJMD; Dinas Sosial diminta menyediakan data akurat anak usia 5–6 tahun yang belum bersekolah, terutama dari keluarga tidak mampu.
Selain itu, Dinas Pendidikan juga melibatkan APDESI sebagai wadah perwakilan kepala desa. Pasalnya, Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa juga memiliki fungsi untuk mendukung pendidikan dasar termasuk PAUD.
“Kami berharap subsidi pendidikan gratis untuk anak usia 5–6 tahun di tingkat desa juga dapat dijalankan. Jika pemerintah daerah bisa menanggung 90 dari 100 anak di desa, kekurangannya bisa dilengkapi dari APDes. Dengan kolaborasi ini, kami menargetkan angka partisipasi PAUD yang saat ini sekitar 50 persen bisa naik menjadi 80 persen pada akhir tahun 2026,” jelas Abdi Jaya Pohan.
Hadir dalam kegiatan ini, perwakilan dari Dinas PMD, Sosial, PPPA, Dukcapil, Bapeda, Bagian Hukum Setkab Labuhanbatu, Pokja PAUD Labuhanbatu dan APDESI Labuhanbatu. Keterlibatan berbagai pihak dalam program ini, diharapkan memperkuat sinergi, sehingga program ini dapat
berjalan terpadu dan tepat sasaran.
(Hasyim mth)












