Mahasiswa Muda Asal Masbagik Sabet Juara di Ajang Bisnis HIPMI NTB Berkat Ide Peternakan Modern

Detikperistiwa.co.id – Mataram – Tiga mahasiswa Universitas Mataram asal Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, sukses mencatat prestasi dalam kompetisi Business Plan tingkat Nusa Tenggara Barat yang diselenggarakan oleh HIPMI NTB. Melalui ide usaha berbasis peternakan inovatif, mereka berhasil meraih posisi ketiga setelah bersaing dengan puluhan peserta dari berbagai daerah.

Ketiga mahasiswa tersebut yakni Muhamad Dicky Subagia, Aryanto Arbi, dan Zidni Ilman. Mereka membawa konsep usaha bernama “KroHerb”, sebuah produk pakan ternak berbasis kroto dan campuran tanaman herbal yang dirancang untuk mendukung sistem peternakan sehat serta berkelanjutan.

Kompetisi ini diikuti sekitar 25 tim dari kalangan mahasiswa dan pelaku usaha muda di NTB. Tahapan awal dimulai dari seleksi proposal bisnis yang menilai kreativitas ide, peluang pengembangan usaha, hingga dampak sosial yang ditawarkan kepada masyarakat.

Dari proses tersebut, hanya sepuluh tim terbaik yang dinyatakan lolos ke tahap presentasi. Tim asal Masbagik kemudian memaparkan gagasan bisnis mereka di hadapan juri profesional dalam sesi yang berlangsung di Camoris Coffee & Resto, Pagutan, Kota Mataram.

Penampilan mereka berhasil membawa tim KroHerb melangkah hingga babak final yang digelar di Prime Plaza Hotel Mataram pada pertengahan Mei 2026. Pada tahap ini, para finalis tidak hanya dinilai oleh dewan juri, tetapi juga dipantau langsung oleh sejumlah investor yang hadir mencari peluang bisnis potensial.

Dalam presentasinya, tim KroHerb menjelaskan bahwa produk yang mereka kembangkan hadir sebagai solusi atas tingginya biaya pakan ternak dan penggunaan bahan sintetis yang masih umum digunakan di sektor peternakan.

Mereka memanfaatkan kroto sebagai sumber protein alternatif yang dipadukan dengan bahan alami seperti kunyit, jahe, dan daun kelor. Kandungan nutrisi dari bahan herbal tersebut diyakini mampu membantu meningkatkan kesehatan ternak secara alami tanpa ketergantungan terhadap antibiotik kimia.

Sebelum dijadikan proposal bisnis, konsep KroHerb terlebih dahulu melalui tahap riset sederhana dan pengujian formulasi untuk melihat efektivitas bahan alami yang digunakan.

Selain fokus pada pengembangan produk pakan, tim mahasiswa ini juga menawarkan konsep pemberdayaan masyarakat melalui pembangunan kawasan eko-eduwisata terpadu. Kawasan tersebut direncanakan menjadi pusat budidaya semut rangrang, edukasi peternakan, hingga pengembangan usaha berbasis masyarakat lokal.

Muhamad Dicky Subagia mengatakan bahwa ide tersebut dirancang agar dapat membuka peluang kerja baru serta meningkatkan potensi ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.

Prestasi yang diraih mahasiswa asal Lombok Timur ini menjadi gambaran bahwa inovasi anak muda daerah mampu bersaing di tingkat regional sekaligus menghadirkan solusi kreatif bagi sektor pertanian dan peternakan di Indonesia.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain