Sidoarjo – detikperistiwa.co.id
Dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah santri dan siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) serta Madrasah Aliyah (MA) Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, kembali menjadi perhatian.
Berdasarkan keterangan salah satu pengurus sekolah saat dikonfirmasi, makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dibagikan kepada para santri sekitar pukul 13.00 WIB. Namun, makanan tersebut tidak seluruhnya langsung dikonsumsi.
Sebagian santri disebut menyantap makanan setelah pembagian, sementara sebagian lainnya memilih menunggu hingga waktu azan Magrib sebelum mengonsumsi makanan tersebut.
“Sekitar pukul 13.00 WIB makanan sudah dibagikan. Sebagian langsung dimakan, sebagian lainnya menunggu sampai azan Magrib,” ujar salah satu pengurus sekolah saat dikonfirmasi.
Informasi mengenai waktu konsumsi tersebut menjadi bagian penting dalam proses penelusuran untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan yang dialami sejumlah santri. Kepastian mengenai penyebabnya masih menunggu hasil pemeriksaan dan uji laboratorium dari instansi berwenang.
Sementara itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di wilayah Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, disebut menjadi lokasi penyedia makanan MBG bagi para penerima manfaat.
Dalam keterangannya, Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan bahwa SPPG tersebut diduga belum mengantongi perizinan yang dipersyaratkan. Seiring munculnya persoalan tersebut, operasional SPPG untuk sementara dihentikan.
“Untuk sementara kegiatan MBG dari SPPG tersebut ditutup,” demikian keterangan yang disampaikan Bupati Sidoarjo Subandi.
Penutupan sementara tersebut dilakukan sebagai langkah evaluasi sekaligus untuk memastikan keamanan dan kelayakan makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat.
Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk terhadap bahan makanan, proses pengolahan, distribusi, hingga kondisi makanan saat dikonsumsi.
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab keluhan kesehatan yang dialami para santri serta memastikan program MBG dapat berjalan dengan memenuhi standar keamanan pangan dan ketentuan yang berlaku.
Hingga saat ini, penyebab pasti keluhan kesehatan tersebut masih dalam proses penanganan dan pemeriksaan oleh pihak berwena.(Luqman)












