Berita  

Oknum Mafia Tanah Desa Paputungan Meraja Lela Pemerintah Terkesan Tutup Mata

Minut Sulawesi Utara – detikperistiwa.co.id

selasa 8 September 2026. Permasalahan Tanah di desa Paputungan Kecamatan Likupang Barat Minahasa Utara kian memanas,

Dimana keluhan masyarakat terkait Permasalahan Tanah mereka yang diduga telah di serobot oleh pihak perusahaan PT BHINEKA MANCAWISATA (BMW) dan telah memiliki sertifikat (HGB) Hak Guna Bangunan,

Dari hasil investigasi lapangan beberapa awak media menemui AS 1 Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara Umbase Bayuntu, S.Sos, M.Si guna meminta tanggapan untuk memfasilitasi adanya permasalahan PT BMW dan masyarakat desa Paputungan.

Namun apa yang diharapkan media ini diluar dugaan dari hasil pembicaraan bersama ahli waris ibu Ratna Pontoh yang di dampingi oleh yang di beri kuasa Komite Investigasi Negara (KIN) RI SULUT Willy Wongkar tidak mendapat hasil positif seperti yang telah di harapkan oleh pihak ahli waris,

Dalam hal ini Ratna Pontoh saat di wawancara mengatakan saya pernah ketemu bapak AS 1 Umbase sebelumnya dan beliau pernah menawarkan harga untuk tanah saya, serta menyampaikan kepada saya jika ada hal2 yang penting atau ada keperluan silahkan datang karena saya selalu ada di kantor ucap ibu Ratna Pontoh,
sehingga saya datang hari ini ketemu bapak Umbase sekaligus di dampingi oleh KIN RI SULUT dan sejumlah awak media.

Saya sangat kecewa dengan sikap bapak AS 1 seakan-akan membenarkan tanah warisan orang tua kami telah menjadi hak milik dari pihak PT BMW berdasarkan sertifikat HGB, milik PT BMW, urai Ratna Pontoh kepada sejumlah media,

Jika benar tanah kami ini telah menjadi milik pihak perusahaan, ke siapa tanah kami dibayar dan siapa aja yang bertanda tangan dalam penjualan tanah kami, dan mana surat-suratnya, sebab menurut orang tua saya tanah kami tersebut tidak pernah dijual kepada siapapun urai Ratna.

Dalam penyampaiannya AS 1 Umbase Mayuntu mengatakan kepada sejumlah awak media dan pihak ahli waris “jika benar tanah tersebut milik Daena yang di kuasakan kepada kepada ahli waris Ratna Pontoh ini, alangkah baiknya ambil jalur hukum saja atau lakukan gugatan terhadap pihak perusahaan tersebut agar bisa tau mana surat-suratnya dan terbuka secara hukum dan transparan jika di pengadilan kata Umbase.

Awak media ini juga menyampaikan kepada AS 1 terkait pelayanan di kantor desa dimana tidak adanya transparansi kepada sejumlah media seakan tutup mata atas Permasalahan Tanah yang terjadi di desa Paputungan

Sehingga dalam pantauan awak media ini baik dari pihak kantor desa, pemerintah kecamatan seakan-akan tutup mata dalam kasus ini

Sehingga dalam hal ini sejumlah media ini akan terus memantau kejelasan kasus tanah yang terjadi di desa Paputungan,

hingga berita ini telah di tayangkan sejumlah awak media ini belum mendapat klarifikasi dari pihak penanggung jawab PT BMW tersebut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain