Rapor Emas Periode Pertama Picu Gelombang Dukungan, Ribuan Suara Warga Danasari Siap Menangkan Calon Petahana Ma’nun Melalui Filosofi Nomor Urut 5
PEMALANG – Arus dukungan terhadap calon kepala desa petahana Desa Danasari, Ma’nun, kian tak terbendung menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Pemalang 2026. Berbekal capaian kinerja periode pertama yang dinilai sangat memuaskan oleh masyarakat, ribuan warga dari berbagai dusun menyatakan kesiapan mereka untuk menyumbangkan hak suara demi mengawal keberlanjutan pembangunan desa di bawah kepemimpinan Ma’nun yang mengusung nomor urut 5.
Tingginya kepuasan masyarakat terhadap rapor kerja Ma’nun di periode pertama menjadi pemantik utama munculnya gelombang dukungan masif ini. Warga menilai, pembangunan infrastruktur, transparansi tata kelola desa, dan pelayanan publik yang prima selama enam tahun terakhir telah membawa perubahan nyata bagi Desa Danasari. Legitimasi kuat dari akar rumput ini memosisikan Ma’nun sebagai figur yang dinilai paling siap melanjutkan estafet kepemimpinan desa ke periode kedua.
Merespons antusiasme warga, tim pemenangan Ma’nun menegaskan bahwa nomor urut 5 yang didapat bukan sekadar simbol di kertas suara, melainkan cerminan dari falsafah luhur Sedulur Papat Limo Pancer (Empat Saudara dan Kelima sebagai Pusatnya). Dalam kepemimpinan lokal, filosofi ini menempatkan Kepala Desa sebagai pancer—yakni pusat keselarasan, pengayom, dan pemersatu seluruh elemen masyarakat. Kehadiran ribuan warga yang siap menyatukan suara menjadi bukti nyata bahwa Ma’nun berhasil menjadi figur pemersatu tersebut.
Selain bermakna budaya, angka 5 juga merefleksikan nilai religiusitas melalui simbol kewajiban salat lima waktu dan rukun Islam, serta komitmen kebangsaan yang berakar pada Sila Kelima Pancasila, yakni mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat melalui pemerataan hasil pembangunan di Desa Danasari.
Dengan mengusung jargon “Bersama Berbagi Peduli”, Ma’nun mengondisikan dukungan ribuan suara ini sebagai amanah besar untuk terus bekerja nyata. Sebagai bentuk apresiasi dan keterbukaan, Ma’nun membuka ruang serap aspirasi bertajuk “Buka Pintu untuk Warga”. Melalui wadah dialog non-formal ini, ribuan warga tidak hanya sekadar memberikan dukungan suara, tetapi juga diajak terlibat aktif urun rembuk merancang arah kebijakan program kerja untuk periode berikutnya.
Solidnya dukungan ribuan konstituen yang dikombinasikan dengan rekam jejak kerja yang bersih membuat pencalonan kembali Ma’nun dipandang sebagai jembatan keberlanjutan yang kokoh demi membawa Desa Danasari menuju tatanan yang lebih maju, adil, dan sejahtera.
Sesuai dengan ketetapan Panitia Pemilihan Kabupaten Pemalang, tahapan Pilkades Serentak di 173 desa akan terus bergulir hingga puncaknya pada hari pemungutan suara resmi yang dijadwalkan pada 9 November 2026 mendatang.
Oleh: Mujihartono
Editorial: Kaperwil Jateng
Sumber Rilis: CW







