Aceh Tengah – detikperistiwa.co.id
Upaya meningkatkan kesejahteraan petani terus diperkuat melalui kehadiran Rumah Tani Aceh Tengah yang mulai aktif menyerap hasil bumi secara langsung dari petani. Program ini digagas oleh pengurus Rumah Tani di Jakarta yang juga menjabat sebagai Koordinator Rumah Tani Nusantara Aceh Tengah, Helmia, sebagai langkah konkret dalam memperluas akses pasar hasil pertanian daerah.
Mulai Kamis, 30 April 2026, Rumah Tani Aceh Tengah resmi membuka layanan pembelian berbagai komoditas pertanian, seperti cabai, alpukat (pokat), kentang, serta sejumlah hasil bumi lainnya. Kehadiran program ini diharapkan mampu menjawab persoalan klasik yang selama ini dihadapi petani, terutama terkait fluktuasi harga dan keterbatasan jalur distribusi.
Koordinator Aceh Tengah, Helmia, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen untuk menciptakan sistem distribusi yang lebih adil dan transparan bagi petani. Dengan adanya penyerapan langsung, petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada tengkulak, sehingga nilai jual hasil panen dapat lebih kompetitif dan menguntungkan.
“Rumah Tani hadir untuk membantu petani menjual hasil bumi dengan harga yang lebih layak. Ini merupakan upaya bersama dalam mendorong peningkatan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Adapun lokasi operasional Rumah Tani Aceh Tengah berada di Jalan Takengon–Isaq, Desa Pendere, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah. Petani dan masyarakat yang ingin menjual hasil panennya dapat langsung mendatangi lokasi tersebut atau menghubungi layanan melalui nomor 0852-7723-1618.
Selain melayani pembelian di tingkat lokal, Rumah Tani Nusantara juga akan memperluas jaringan distribusi melalui pengiriman lintas wilayah, mencakup Sumatera, Jawa, Bali, hingga Surabaya dan daerah lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat konektivitas pasar hasil pertanian dari daerah ke berbagai wilayah di Indonesia.
Program ini mendapat sambutan positif dari para petani setempat. Mereka berharap keberlanjutan kegiatan tersebut mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan, khususnya di sektor pertanian.
Dengan dimulainya program ini, Rumah Tani Aceh Tengah diharapkan dapat menjadi jembatan yang kuat antara petani dan pasar, sekaligus mendorong pengembangan ekonomi berbasis pertanian yang lebih berkelanjutan di wilayah Aceh Tengah.












