Berita  

Tak Hanya Rayakan 800 Tahun Samudera Pasai, Warga Berburu Layanan Kesehatan Gratis

Aceh Utara – detikperistiwa.co.id

Peringatan 800 Tahun Samudera Pasai bukan hanya menjadi ruang hiburan dan pengenalan sejarah. Di tengah ramainya aktivitas masyarakat, layanan kesehatan yang dibuka RSUD Cut Meutia Aceh Utara ikut menjadi salah satu titik yang cukup banyak didatangi pengunjung.

Pada jum’at, 11 September 2026, masyarakat dapat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan sekaligus berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis gizi klinik. Layanan tersebut berlangsung sejak pukul 14.30 hingga pukul 17.30 WIB.

Dua dokter spesialis gizi klinik RSUD Cut Meutia, dr. Nurhayati Rasyid, Sp.GK dan dr. Nurfardian M.Gizi, Sp.GK, turut memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin mengetahui kondisi tubuh maupun mendapatkan arahan mengenai pola konsumsi makanan.

Pemeriksaan yang tersedia cukup beragam. Pengunjung bisa mengetahui tekanan darah, melakukan pengukuran antropometri dan komposisi tubuh, sekaligus memperoleh penjelasan mengenai kebutuhan gizi sesuai kondisi masing-masing.

Dalam pelayanan tersebut, sebanyak 52 orang tercatat menjalani pemeriksaan komposisi tubuh. Menariknya, layanan tidak hanya dimanfaatkan warga yang datang ke lokasi kegiatan, tetapi juga sejumlah petugas dari stand instansi lainnya.

Dari konsultasi yang berlangsung, persoalan berat badan menjadi salah satu topik yang paling sering dibicarakan. Obesitas dan pola makan sehari-hari menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang ingin mengetahui apakah kebiasaan makan mereka sudah sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Hasil pemeriksaan juga menunjukkan adanya sejumlah kondisi kesehatan yang patut mendapat perhatian lebih lanjut. Di antaranya ditemukan pengunjung dengan tekanan darah tinggi, kelebihan berat badan hingga persoalan gizi pada anak.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan sederhana di lokasi kegiatan ternyata dapat membuka gambaran awal mengenai kesehatan seseorang. Tidak sedikit masyarakat yang selama ini hanya melihat angka timbangan, tanpa mengetahui bagaimana kondisi komposisi tubuh maupun kebutuhan gizinya.

Melalui layanan ini, masyarakat juga mendapat kesempatan bertanya langsung kepada dokter mengenai cara mengatur makanan, menjaga berat badan dan memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Edukasi semacam itu dinilai penting agar masyarakat tidak sekadar mengejar tubuh ideal, tetapi memahami pola hidup yang sehat dan sesuai kebutuhan.

Keberadaan stand kesehatan RSUD Cut Meutia di tengah rangkaian Milad 800 Tahun Samudera Pasai pun menjadi pengingat bahwa momentum keramaian masyarakat dapat sekaligus dimanfaatkan untuk membangun kesadaran hidup sehat.

Sebab, persoalan gizi tidak hanya berkaitan dengan mereka yang mengalami kegemukan. Kekurangan gizi, tekanan darah tinggi dan pola makan yang keliru juga perlu dikenali sejak awal agar tidak berkembang menjadi persoalan kesehatan yang lebih serius.

(Abu yus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain