Berita  

Warga OKU Timur Keluhkan Kelangkaan Gas LPG 3 Kg, Harga Tembus Rp45 Ribu per Tabung

Oku Timur – detikperistiwa.co.id

Warga di berbagai desa dan kecamatan di Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan, mengeluhkan kelangkaan gas LPG bersubsidi 3 kilogram yang terjadi selama kurang lebih satu bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan memperoleh gas, baik di pangkalan, agen maupun pengecer.

Kalaupun tersedia, harga gas LPG 3 kg dinilai jauh di atas harga yang semestinya. Di sejumlah wilayah, harga eceran mencapai Rp30 ribu hingga Rp45 ribu per tabung. Kenaikan harga tersebut dinilai sangat memberatkan masyarakat, terutama kalangan ekonomi lemah yang menjadi sasaran utama penerima subsidi.

“Kalau kondisi seperti ini terus berlanjut, bagaimana nasib kami sebagai masyarakat kecil? Belum lagi kebutuhan pokok lainnya juga semakin mahal. Gas LPG 3 kg yang katanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin, kenyataannya sangat sulit didapat. Kalaupun ada, harganya sangat tinggi, mulai dari Rp30 ribu, Rp35 ribu, Rp40 ribu, bahkan ada yang mencapai Rp45 ribu per tabung di beberapa desa dan kecamatan di Kabupaten OKU Timur,” ungkap sejumlah warga kepada wartawan detikperistiwa.co.id, Rabu (29/7/2026).

Masyarakat berharap pemerintah Kabupaten OKU Timur, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, serta instansi terkait segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi kelangkaan sekaligus menstabilkan harga gas LPG 3 kg di pasaran.

“Kami memohon kepada pemerintah dan instansi terkait agar segera mengatasi kelangkaan serta menormalkan harga gas LPG 3 kg. Harapan kami, masyarakat kecil bisa kembali memperoleh gas bersubsidi dengan mudah dan sesuai harga yang telah ditetapkan,” harap warga.

Hingga berita ini diterbitkan, warga masih berharap adanya tindakan cepat dari pemerintah dan pihak terkait agar distribusi gas LPG 3 kg kembali normal sehingga tidak semakin membebani masyarakat.

(Ali Wardana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain