Banjir Bandang Terjang Pulau Tengah, Puluhan Hektare Lahan Pertanian Rusak

MERANGIN – detikperistiwa.co.id

Warga Desa Pulau Tengah, Dusun Koto Jayo, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Jambi, dilanda keresahan akibat banjir bandang yang terjadi pada Minggu dini hari, 3 Mei 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada lahan pertanian warga, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Banjir bandang datang secara tiba-tiba pada malam hari saat sebagian besar warga tengah beristirahat. Air dengan arus deras meluap dan menerjang area persawahan serta lahan pertanian milik masyarakat di Dusun Koto Jayo. Kondisi ini membuat warga panik dan berupaya menyelamatkan diri serta barang berharga yang ada di sekitar lokasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya puluhan hektare lahan pertanian dilaporkan rusak akibat terjangan banjir. Tanaman padi dan komoditas lainnya yang menjadi sumber penghidupan utama warga tidak dapat diselamatkan karena derasnya arus air yang membawa material lumpur dan kayu.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa banjir bandang tersebut merupakan kejadian yang sangat jarang terjadi di wilayah mereka. Ia menyebutkan, peristiwa serupa terakhir kali terjadi puluhan tahun silam.

“Seingat kami, banjir besar seperti ini terakhir terjadi sekitar tahun 1977. Baru kali ini terulang lagi di tahun 2026, dan dampaknya sangat merusak,” ujarnya.

Meski tidak ada laporan korban jiwa, kerugian materi yang dialami warga cukup besar, terutama bagi petani yang kehilangan hasil panennya. Selain itu, sejumlah akses menuju lahan pertanian juga dilaporkan terganggu akibat tertutup material banjir.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk meninjau lokasi serta memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak. Mereka juga meminta adanya langkah konkret untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang, seperti normalisasi sungai atau pembangunan infrastruktur pengendali banjir.

Hingga saat ini, kondisi air di lokasi kejadian dilaporkan mulai surut. Namun demikian, warga masih tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi semua pihak akan pentingnya mitigasi bencana, terutama di daerah yang memiliki potensi rawan banjir bandang. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bersinergi dalam upaya mengurangi risiko bencana ke depan.(Helmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *