Munyerahni Anak Ku Tengku Guru, Tradisi Penuh Makna Warnai Penyambutan Siswa Baru di SMA Negeri 1 Timang Gajah
Bener Meriah, 20 Juli 2026 – Suasana khidmat dan sarat akan nilai-nilai adat serta budaya Gayo mewarnai pelaksanaan tradisi “Munyerahni Anak Ku Tengku Guru” yang digelar di Lapangan SMA Negeri 1 Timang Gajah, Senin (20/7/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Timang Gajah, Dra. Marhamah, ini menjadi momentum resmi penyerahan siswa-siswi baru dari orang tua kepada pihak sekolah untuk dibina selama menempuh pendidikan.
Acara berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pemerintah. Turut hadir Majelis Adat Kabupaten Bener Meriah,Camat gajah putih, Imam Kampung Umah Besi,Imam Kampung Ronga-Ronga,Reje Kampung Umah Besi, jajaran Komite SMA Negeri 1 Timang Gajah, Pengawas sekolah,seluruh wali murid kelas X, serta seluruh dewan guru SMA Negeri 1 Timang Gajah.
Tradisi Munyerahni Anak Ku Tengku Guru merupakan bentuk kepercayaan dan amanah dari orang tua kepada pihak sekolah untuk mendidik, membimbing, dan membina putra-putri mereka agar tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki karakter yang kuat sesuai dengan nilai-nilai agama, budaya, dan pendidikan.
Dalam sambutannya, Kepala SMA Negeri 1 Timang Gajah, Dra. Marhamah menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi simbol sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
Melalui tradisi ini, kami menerima amanah dari para orang tua untuk mendidik dan membimbing anak-anak menjadi pribadi yang berprestasi, berkarakter, serta mampu menjaga nama baik keluarga, sekolah, dan daerah,”* ujarnya.
Sementara itu, Majelis Adat Kabupaten Bener Meriah menyampaikan amanat dan petuah kepada seluruh peserta didik baru. Dalam pesannya, para siswa diharapkan senantiasa menjadi anak yang saleh dan salehah, menghormati guru, menaati orang tua, menjaga adab dalam menuntut ilmu, serta mematuhi seluruh tata tertib dan peraturan sekolah yang telah ditetapkan.
Majelis Adat juga menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh akhlak, disiplin, dan sikap hormat kepada guru sebagai penerus ilmu dan pembentuk karakter generasi masa depan.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh makna, mencerminkan kuatnya nilai budaya Gayo yang terus dilestarikan di lingkungan pendidikan. Melalui tradisi Munyerahni Anak Ku Tengku Guru, diharapkan terjalin kerja sama yang erat antara orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam mengantarkan peserta didik menuju masa depan yang gemilang.
Acara ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh siswa baru SMA Negeri 1 Timang Gajah senantiasa diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu, menjadi generasi yang berprestasi, berakhlakul karimah, serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi agama, bangsa, dan daerah.












