Pengurus PW HUDA Bireuen Periode 2026–2031 Resmi Dilantik, Abati Muzakir S.HI Dipercaya sebagai Ketua

 

BIREUEN –Detikperistiwa.co.id

Pengurus Wilayah Himpunan Ulama Dayah Aceh (PW HUDA) Kabupaten Bireuen periode 2026–2031 resmi dilantik dalam sebuah acara yang digelar di Aula Universitas Islam Aceh, Rabu (9/9/2026).

Dalam pelantikan tersebut, Abati Muzakir, S.HI dipercaya memimpin PW HUDA Kabupaten Bireuen untuk periode 2026–2031.

Ketua Umum PB HUDA Aceh, Abiya Dr. Tgk. H. Anwar Usman, M.M, dalam pidatonya berharap kepengurusan baru dapat menjalankan amanah dan membawa HUDA semakin baik ke depan.

Ia juga mengingatkan pentingnya persatuan di kalangan ulama, terlebih HUDA saat ini telah memasuki usia ke-27 tahun.

Menurutnya, berbagai kegiatan keulamaan perlu terus dilakukan, termasuk mengunjungi dan mengenang jasa para ulama terdahulu.

“Ulama harus bersatu, jangan ada yang saling memburuk-burukkan sesama ulama,” pesan Abiya Dr. Tgk. H. Anwar Usman dalam pidatonya.

Ia berharap pengurus baru dapat menjalankan roda organisasi dengan baik serta memperkuat kebersamaan antarulama dan dayah di Kabupaten Bireuen.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bireuen Ir. H. Razuardi, M.T, yang mewakili Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, S.T, serta Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri.

Turut hadir sejumlah pengurus HUDA Aceh dan Kabupaten Bireuen, di antaranya Abi H. Hasbi Albayuni, Sekjen HUDA Aceh; Dr. Tgk. Musbani, M.A, Sekretaris PW HUDA Bireuen; Tgk. Nurdin M. Judon (Abi Nas JNB) selaku Rais PW HUDA Bireuen; serta Abi Dr. Nazaruddin, M.A, Khatib PW HUDA Bireuen.

Sementara itu, Tgk. M. Jafar dipercaya sebagai Bendahara PW HUDA Bireuen.

Acara pelantikan juga dihadiri panitia pelaksana, yakni Tgk. Iskandar, M.Pd selaku Ketua Panitia dan Tgk. Baihaqi, S.Th., M.Pd selaku Sekretaris Panitia.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru tersebut, PW HUDA Bireuen diharapkan semakin aktif dalam menjalankan peran organisasi serta memperkuat ukhuwah dan persatuan para ulama di Kabupaten Bireuen.

Jurnalis DetikPeristiwa – Erna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain