Camat Jangka Lantik Lima Imum Mukim, Tekankan Peran Adat dan Penyelesaian Persoalan Masyarakat

 

BIREUEN – Detikperistiwa.co.id

Camat Jangka, Mulyadi, Sp.M.S.M., melantik lima Imum Mukim dalam wilayah Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Rabu (13 Mei 2026), di Aula Kantor Camat Jangka.

Pelantikan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam seperti pihak Polsek Jangka, Danramil, para kepala desa, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Adapun lima Imum Mukim yang dilantik yakni:

1. M. Zubir – Imum Mukim Bugak

2. H.Nasruddin  Ahmad – Imum Mukim Lam Kuta

3. M. Rizal – Imum Mukim Ulee Kuta

4. Fithri – Imum Mukim Banjir Asin

5. H. Fauzi – Imum Mukim Jangka

Dalam sambutannya, Camat Jangka Mulyadi menyampaikan bahwa mukim memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Aceh. Menurutnya, mukim bukan hanya lembaga adat, tetapi juga menjadi penjaga nilai-nilai kearifan lokal, perdamaian, dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Mukim memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Aceh. Mukim bukan hanya lembaga adat, tetapi juga penjaga nilai-nilai kearifan lokal, perdamaian, dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Mulyadi.

Ia berharap para Imum Mukim dapat menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan, adil dalam mengambil keputusan, serta mampu menjadi teladan bagi masyarakat di wilayah masing-masing.

Selain itu, Camat Jangka juga menekankan pentingnya sinergi antara Imum Mukim, Keuchik, Tuha Peut, dan seluruh unsur pemerintahan dalam membangun gampong-gampong di Kecamatan Jangka.

“Kami berharap sinergi antara Imum Mukim, para Keuchik, Tuha Peut, dan seluruh unsur pemerintahan dapat terus terjalin dengan baik demi kemajuan gampong-gampong dalam Kecamatan Jangka. Dengan kebersamaan dan kekompakan, insyaAllah berbagai persoalan masyarakat dapat diselesaikan secara bijaksana dan bermartabat,” tambahnya.

Pelantikan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, sebagai bentuk penguatan lembaga adat dan pemerintahan di tingkat kemukiman dalam Kecamatan Jangka.

*****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain