Majalengka – detikperistiwa.co.id
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Majalengka kembali memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pelatihan kerajinan anyaman bambu. Kegiatan yang digelar pada Senin, 18 Mei 2026 ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan produktif yang bernilai ekonomis.
Lapas Majalengka bekerja sama dengan Trisaepul Anyaman Bambu sebagai mitra pihak ketiga untuk menyelenggarakan pelatihan di area bengkel kerja lapas. Sebanyak 8 orang warga binaan mengikuti kegiatan tersebut dan mendapatkan bimbingan langsung dari 2 instruktur profesional.
Staf kegiatan kerja Lapas Majalengka turut mendampingi dan mengawasi jalannya pelatihan agar berjalan optimal, aman, dan tertib.
Kepala Lapas Majalengka menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan pengisi waktu. Program ini dirancang sebagai bekal strategis bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang bisa langsung digunakan setelah bebas.
“Tujuannya jelas, kami ingin warga binaan memiliki keahlian di bidang kerajinan tangan yang bernilai ekonomis. Ini menjadi modal untuk membuka usaha mandiri dan membantu mereka siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang berdaya guna,” ujarnya
Sepanjang sesi, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap instruksi pembuatan anyaman dari mentor. Diharapkan, keterampilan ini dapat menjadi langkah awal bagi warga binaan untuk menciptakan peluang ekonomi secara mandiri.
Kerja sama dengan pengrajin lokal seperti Trisaepul Anyaman Bambu dinilai efektif karena proses transfer ilmu dilakukan langsung oleh praktisi yang berpengalaman di bidangnya.
Hingga akhir kegiatan, seluruh rangkaian pelatihan berjalan lancar tanpa kendala.
( Aboen)












