Majalengka – detikperistiwa.co.id
Bunda PAUD Kabupaten Majalengka yang juga Ketua TP PKK, Iim Maemunah Eman Suherman, membuka Festival Kreativitas Guru dan Anak Taman Kanak-Kanak di halaman parkir UD Putra TS, Kecamatan Cigasong, Kamis (21/05/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati HUT IGTKI PGRI ke-76 dan Hari Pendidikan Nasional ke-36.
Hadir dalam acara tersebut Plh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Ir. Iman Firmansyah, MM, Camat Cigasong Oo Taofik, S.K.M., M.M., Ketua Dharma Wanita Kabupaten Majalengka, jajaran Bunda PAUD se-Kabupaten Majalengka, serta pengurus dan anggota IGTKI Kabupaten Majalengka.
Dalam laporannya, Ketua IGTKI Kabupaten Majalengka Wawan Hermawan menyampaikan bahwa tema yang diangkat tahun ini adalah _“Guru Sejahtera, Pendidikan Taman Kanak-Kanak Berkualitas sebagai Fondasi Wajib Belajar 13 Tahun.”
“Tema ini mengandung makna bahwa pendidikan usia dini memiliki peran sangat penting dalam mendukung program wajib belajar. Diperlukan guru TK yang profesional dan berkualitas,” ujar Wawan.
Ia menjelaskan tujuan kegiatan meliputi memperingati HUT IGTKI PGRI ke-76 dan Hardiknas ke-36, mendukung terwujudnya pendidikan TK sebagai pondasi wajib belajar 13 tahun, mengembangkan potensi dan bakat anak, meningkatkan profesionalisme guru, serta mempererat silaturahmi dan kolaborasi antara sekolah, masyarakat, dan pemangku pendidikan.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Majalengka Iim Maemunah Eman Suherman menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan kreativitas, rasa percaya diri, semangat belajar, dan karakter positif anak sejak usia dini.
“Saya ingin menguatkan dukungan terhadap gerakan masuk PAUD satu tahun pra-sekolah sebagai bagian dari upaya menyukseskan wajib belajar 13 tahun. Kita pastikan seluruh anak mendapatkan kesempatan mengikuti pendidikan pra-sekolah sebelum memasuki sekolah dasar. Kami berharap semua lembaga PAUD meningkatkan kualitas layanan,” katanya.
Rangkaian lomba yang diselenggarakan meliputi lomba melengkapi gambar, mewarnai gambar, hifdzil Qur’an, bercerita tanpa alat peraga, senam massal, kebiasaan anak hebat, serta workshop gerak dan lagu.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara guru, orang tua, dan seluruh pemangku pendidikan dalam membangun generasi yang siap menghadapi tantangan ke depan.
( Aboen)












