Undang Ustadz Das’ad Latif, Bupati Subandi Ajak Masyarakat Sidoarjo Merawat Tradisi Para Ulama

Sidoarjo – detikperistiwa.co.id

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan menggelar Pengajian Ahad Pahing di Pendopo Delta Wibawa, Minggu (14/6). Dalam kegiatan tersebut, ustadz kondang Das’ad Latif hadir sebagai penceramah utama di hadapan sekitar seribu jamaah yang berasal dari Fatayat NU dan Muslimat NU se-Kabupaten Sidoarjo.

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Sidoarjo Subandi, Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih, serta Kyai Abdul Aziz Munif dan sejumlah tokoh agama lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Subandi menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah mengusung tema “Merawat Tradisi, Meneguhkan Hijrah, Menggapai Keberkahan untuk Sidoarjo yang Lebih Baik.” Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan karakter masyarakat Sidoarjo yang religius, guyub, dan kaya akan tradisi keislaman.

“Merawat tradisi berarti menjaga warisan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan para ulama dan pendahulu. Tradisi pengajian, tahlil, shalawat, sedekah, gotong royong, serta berbagai amaliah keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat merupakan kekuatan sosial yang harus terus kita pelihara sebagai identitas dan perekat persatuan,” ujar Subandi.

Ia menegaskan bahwa merawat tradisi tidak hanya sebatas melestarikan bentuk kegiatan keagamaan, tetapi juga menjaga substansi nilai yang terkandung di dalamnya, seperti keimanan, ukhuwah, kepedulian sosial, serta semangat memperbaiki diri dan lingkungan sekitar.

Lebih lanjut, Subandi menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah. Momentum tersebut menjadi pengingat akan peristiwa hijrah Rasulullah SAW yang sarat dengan makna perjuangan, pengorbanan, keteguhan iman, dan tekad menuju kehidupan yang lebih baik.

“Meneguhkan hijrah berarti menjadikan semangat perubahan sebagai bagian dari kehidupan kita. Hijrah bukan hanya perpindahan tempat, tetapi juga perpindahan dari kebiasaan yang kurang baik menuju perilaku yang lebih baik, dari sikap individual menuju kepedulian sosial, dari kemalasan menuju produktivitas, dan dari perpecahan menuju persatuan,” tuturnya.

Menurutnya, semangat hijrah juga harus diwujudkan dalam pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus berupaya menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik melalui pembangunan yang merata, penguatan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas layanan dasar.

“Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani menjadi fokus kami untuk terus berbenah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat,” pungkasnya.

Pengajian Ahad Pahing yang digelar dalam suasana penuh kekhusyukan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Sidoarjo.luqman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain