Bekasi – detikperistiwa.co.id
Kecelakaan tragis terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam sekitar pukul 20.53 WIB. Insiden ini melibatkan kereta CommuterLine dengan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek, mengakibatkan sedikitnya 4 orang meninggal dunia dan 45 orang mengalami luka-luka.27 April 2026
Sejumlah penumpang dievakuasi dari gerbong yang mengalami kerusakan parah akibat benturan keras. Ambulans terus berdatangan ke lokasi untuk membawa korban ke berbagai rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya.Kronologi Mencekam dari Dalam Gerbong
Salah satu penumpang selamat, Munir, mengungkapkan detik-detik mengerikan saat kejadian. Ia menyebut, CommuterLine yang ditumpanginya tengah berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur dalam perjalanan dari Jakarta menuju Cikarang.
Menurutnya, situasi berubah drastis ketika dari arah belakang datang KA Argo Bromo Anggrek yang langsung menghantam bagian belakang CommuterLine.
Ditabrak dari arah belakang, bahkan lokomotif kereta jarak jauh sampai menembus gerbong paling belakang,” ujar Munir.
Benturan keras menyebabkan sejumlah penumpang di gerbong paling belakang terjepit. Beberapa di antaranya dilaporkan tidak sadarkan diri, sementara lainnya berupaya keluar menyelamatkan diri di tengah kepanikan.
Evakuasi Dramatis dan Korban Bertambah
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meninjau langsung lokasi kejadian menyebut proses evakuasi berlangsung penuh tantangan.
Banyak korban terjepit dan ruang evakuasi sempit, namun petugas bekerja maksimal,” ujarnya.
Data terbaru mencatat:
4 orang meninggal dunia
45 orang mengalami luka-luka
Puluhan korban telah dirujuk ke rumah sakit, di antaranya RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi
Sementara itu, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah sekitar 240 orang dilaporkan selamat.
Penanganan dan Investigasi
Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan fokus utama saat ini adalah proses evakuasi serta penanganan korban.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf dan memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik,” ujarnya.
Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta tenaga medis masih bekerja di lokasi untuk memastikan seluruh korban tertangani dan melakukan proses lanjutan.
Kepanikan dan Solidaritas Penumpang
Suasana di lokasi kejadian sempat dipenuhi kepanikan. Namun di tengah kondisi tersebut, solidaritas antarpenumpang terlihat ketika mereka saling membantu proses evakuasi sebelum petugas tiba.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi dan tidak berspekulasi.Peristiwa ini menjadi peringatan serius akan pentingnya keselamatan transportasi publik di jalur padat seperti Bekasi.

