Jember – detikperistiwa.co.id
Berkat peran kanal aduan resmi Wadul Gus’e, seorang warga asal Desa Tisnogambar, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember yang tengah sakit dan terjebak bekerja di Malaysia akhirnya dapat dipulangkan ke tanah air. Yang membanggakan, seluruh proses pemulangan berjalan tanpa membebani keluarga maupun warga dengan biaya sepeserpun.
Kisah berawal dari aduan keluarga yang mengakses kanal Wadul Gus’e, saluran aspirasi masyarakat yang dibentuk atas inisiatif Bupati Jember, Muhammad Fawait. Keluarga menyampaikan kondisi suaminya tersebut yang jatuh sakit saat bekerja di Malaysia, mengalami kesulitan biaya pengobatan, serta ingin segera kembali ke kampung halaman namun terhambat berbagai kendala administrasi dan biaya.
Setelah aduan diterima, tim penanganan pengaduan masyarakat Pemerintah Kabupaten Jember segera berkoordinasi lintas instansi, mulai dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Sosial, hingga berhubungan dengan pihak perwakilan RI di Malaysia serta lembaga terkait perlindungan pekerja migran. Proses verifikasi data, pendampingan administrasi, dan pengurusan kepulangan dilakukan secara terpadu dan transparan.
Alhamdulillah, upaya tersebut membuahkan hasil. Warga Desa Tisnogambar tersebut berhasil dipulangkan dengan selamat ke Jember dan langsung mendapat penanganan kesehatan lanjutan dari tim medis setempat. Seluruh biaya perjalanan, pengurusan dokumen, serta layanan kesehatan awal ditanggung melalui jalur bantuan pemerintah dan kerja sama mitra terkait, sehingga keluarga sama sekali tidak perlu mengeluarkan biaya.
Kanal Wadul Gus’e kini terbukti menjadi jembatan nyata antara masyarakat dan pemerintah. Bupati Jember pernah menyamapikan bahwa kanal ini dihadirkan agar negara benar-benar hadir mendengar dan menyelesaikan permasalahan warga, di mana pun mereka berada — termasuk warga Jember yang bekerja di luar negeri namun sedang mengalami musibah.
Pemerintah Kabupaten Jember terus mengimbau masyarakat yang memiliki kendala atau membutuhkan bantuan, baik di dalam maupun luar negeri, untuk tidak ragu menyampaikannya melalui kanal Wadul Gus’e. Semua aduan akan diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan dengan prinsip pelayanan yang cepat, tepat, dan berpihak pada kepentingan warga.
“Kami sudah bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Berkat Wadul Gus’e, aduan kami didengar dan langsung ditindaklanjuti. Suami kami Ahmad Zaini bisa pulang dengan selamat tanpa kami keluar uang sedikit pun. Terima kasih kepada Bupati Gus Fawait dan seluruh pihak yang membantu,” ungkap Nanik dengan rasa haru dan syukur saat ditemui awak media, Minggu 16 Agustus 2026.
Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa kanal Wadul Gus’e bukan sekadar saluran aduan biasa, melainkan jembatan harapan yang menjangkau warga Jember di mana pun mereka berada — menghadirkan solusi nyata di tengah kesulitan yang dihadapi masyarakat.(SAR).












