Makassar, detikperistiwa.co.id – Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro membuka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulsel, Selasa (21/07/2026).
Sebanyak 140 peserta didik resmi memulai pendidikan untuk menjadi Bintara Polri berkualifikasi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
Upacara pembukaan berlangsung di Lapangan SPN Batua Polda Sulsel. Hadir dalam kegiatan itu Irwasda Polda Sulsel Kombes Pol Hartoyo, Ka.SPN Batua Kombes Pol Syamsu Ridwan, para pejabat utama Polda Sulsel, serta jajaran pendidik dan pengasuh SPN.
Ratusan peserta didik tersebut berasal dari sejumlah polda di wilayah Indonesia timur. Terdiri dari 60 siswa Polda Sulsel, satu siswa Log Polri, 10 siswa Polda Sultra, 23 siswa Polda Sulteng, 34 siswa Polda Sulut, dan 12 siswa Polda Gorontalo.
Dalam amanat Kalemdiklat Polri yang dibacakannya, Djuhandhani menyebut para peserta didik merupakan putra-putri terbaik yang berhasil melewati proses seleksi yang cukup ketat.
“Saudara adalah putra-putri terbaik bangsa yang telah menyisihkan ribuan pendaftar untuk mengikuti pendidikan ini,” kata Djuhandhani.
Ia meminta seluruh peserta didik memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar dan menempa diri menjadi anggota Polri yang siap bertugas di tengah masyarakat.
“Jalani pendidikan ini dengan sebaik-baiknya. Ikuti setiap proses pembelajaran dengan disiplin dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Menurut Djuhandhani, pendidikan kepolisian tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk karakter personel Polri yang berintegritas.
“Moral dan integritas harus menjadi fondasi utama. Tanpa itu, kewenangan yang dimiliki anggota Polri berpotensi disalahgunakan dan dapat mengurangi kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Ia mengatakan kepercayaan publik merupakan aset penting yang harus dijaga oleh setiap anggota Polri. Karena itu, nilai-nilai kejujuran dan profesionalisme harus ditanamkan sejak masih menjalani pendidikan.
Adapun tema pendidikan tahun ini “mengangkat Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif”.
Tema tersebut, kata Kapolda, menjadi arah pembentukan sumber daya manusia Polri ke depan.
Irjen Djuhandhani juga menegaskan Polri memiliki peran mendukung program pemerintah melalui terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.
“Keamanan menjadi modal utama agar aktivitas masyarakat dan pembangunan nasional dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Pada pendidikan tahun ini, Polri menerapkan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kurikulum tersebut menitikberatkan pada capaian kompetensi lulusan, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan maupun sikap.
“Keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari selesainya materi, tetapi bagaimana peserta didik mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh saat bertugas nanti,” ujarnya.
Kapolda Djuhandhani juga berpesan agar seluruh peserta didik menjaga disiplin selama mengikuti pendidikan dan menghindari segala bentuk pelanggaran.
“Saya berharap seluruh peserta didik dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kembali ke kesatuan sebagai anggota Polri yang profesional, modern, dan terpercaya,” pungkasnya. (Nc)












