Humbahas – detikperistiwa.co.id
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parpora) bekerja sama dengan Race Manajemen PT Oppu Sumihar Teknologi (OST) menggelar pelatihan kerajinan anyaman berbahan baku eceng gondok. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Sekretariat PKK Doloksanggul, Selasa (28/4/2026), sebagai upaya mengubah gulma menjadi produk bernilai ekonomi.
Mewakili Kepala Dinas Parpora, Kabid Ekonomi Kreatif Libertyna Pinem dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan pelatihan sebelumnya yang telah dilaksanakan di Kecamatan Baktiraja, dengan peserta yang berbeda. Kali ini, pelatihan diikuti oleh PKK Kecamatan Doloksanggul, PKK desa, serta Ketua Pokdarwis Siponjot, Banuarea, dan Sipincur. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif (ekraf), agar mampu menyerap dan memahami materi dari narasumber sehingga dapat menciptakan produk bernilai tambah dan berkelanjutan dari eceng gondok.
Camat Doloksanggul, Andry Dolok Purba dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan tersebut. Kegiatan ini sangat positif karena mampu memanfaatkan eceng gondok yang selama ini dianggap gulma menjadi souvenir menarik dan bernilai jual. Andry juga mengingatkan para peserta agar memiliki kepekaan dan kesungguhan dalam mengikuti pelatihan ini, mengingat keterbatasan dan efisiensi anggaran yang ada. “Kedepan, peluang untuk pelatihan serupa akan semakin terbatas, sehingga kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Humbang Hasundutan yang diwakili Ketua Bidang III Ny. Sartika Pahala Lumban Gaol menekankan pentingnya pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Menurutnya, pelatihan anyaman eceng gondok ini menjadi langkah strategis dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, agar lebih mandiri secara ekonomi dan terampil. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendukung sektor pariwisata daerah serta meningkatkan nilai jual produk lokal.
Lebih lanjut, Sartika juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara dan narasumber, seraya berharap pelatihan ini dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi peserta. Kegiatan ini turut diharapkan berkontribusi dalam promosi pariwisata Humbang Hasundutan, termasuk menyukseskan event
Toba Triathlon Humbahas Series 2026.
Narasumber pelatihan, Cocos Trisada Dasawulan, menjelaskan bahwa eceng gondok memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif kekinian. Melalui inovasi desain, bahan ini dapat diolah menjadi berbagai souvenir khas daerah yang unik dan berdaya saing, sehingga mampu mengubah gulma menjadi berkah bagi masyarakat.
Sebagai bentuk keberlanjutan, narasumber mengusung konsep P3 (Pelatihan, Pendampingan, dan Pembinaan) yang akan dilaksanakan selama satu tahun, baik secara offline maupun online. Selain itu, peserta juga didorong untuk menerapkan prinsip K3, yaitu kualitas, kuantitas, dan kontinuitas dalam proses produksi.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dilatih membuat produk seperti gantungan kunci dan kalung dengan memadukan eceng gondok bersama bahan lain seperti limbah benang ban, benang rajut warna-warni, batok kelapa, bambu, dan kayu.
Hasil dari pelatihan ini direncanakan akan ditampilkan pada bulan Juli mendatang dalam rangkaian event Lake Toba Triathlon Humbahas Series 2026, sebagai bukti nyata bahwa eceng gondok dapat diolah dari gulma menjadi berkah ekonomi bagi masyarakat.
(DP/L.Tamp)








