Kampar – detikperistiwa.co.id
Suasana penuh haru, kekhidmatan, dan kebersamaan menyelimuti pelaksanaan tabligh akbar serta doa bersama dalam rangka memperingati 40 hari wafatnya ibunda tercinta Pebriyan Winaldi yang digelar pada Rabu sore, 14 Mei 2026, di Desa Koto Perambahan, Kabupaten Kampar, Riau.
Kegiatan religi yang berlangsung dengan penuh kekeluargaan tersebut dihadiri ratusan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, sahabat, hingga keluarga besar yang datang untuk memberikan doa dan dukungan moril kepada Pebriyan Winaldi beserta keluarga.
Acara yang mengusung tema tabligh akbar dan doa bersama itu menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus mengenang sosok almarhumah ibunda yang dikenal sebagai pribadi sederhana dan dekat dengan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai penceramah agama Ustad H. Mawardi Muhammad Saleh, LC, MA yang menyampaikan tausiah penuh makna tentang pentingnya menghormati kedua orang tua, menjaga hubungan persaudaraan, serta memperbanyak amal ibadah dan doa untuk keluarga yang telah berpulang.
Di hadapan para jamaah, Ustad Mawardi mengingatkan bahwa kehilangan orang tua merupakan ujian besar dalam kehidupan, namun setiap anak memiliki kewajiban untuk terus mengirimkan doa terbaik kepada kedua orang tua.
“Jangan pernah putus mendoakan ayah dan ibu kita. Doa anak yang saleh akan menjadi cahaya dan amal yang terus mengalir bagi orang tua yang telah meninggal dunia,” ujar beliau dalam tausiahnya yang disambut haru oleh para jamaah.
Suasana semakin khusyuk saat pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama berlangsung.
Banyak jamaah terlihat menundukkan kepala sambil memanjatkan doa untuk almarhumah ibunda Pebriyan Winaldi agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Sebagai tokoh muda yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan, Pebriyan Winaldi yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Green Palma Riau Jaya tampak menyambut langsung para tamu undangan yang hadir.
Dalam sambutannya, Pebriyan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah hadir untuk memberikan doa kepada ibundanya. Ia mengaku sangat terharu melihat besarnya perhatian dan dukungan dari masyarakat, sahabat, serta berbagai elemen yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, tokoh agama, sahabat, dan keluarga besar yang telah hadir. Kehadiran bapak dan ibu semua menjadi penguat bagi kami keluarga,” ungkap Pebriyan Winaldi dengan mata berkaca-kaca.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan doa bersama tersebut bukan hanya menjadi bentuk penghormatan kepada almarhumah ibunda tercinta, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar masyarakat.
Menurutnya, nilai kebersamaan dan kepedulian sosial harus terus dijaga di tengah kehidupan masyarakat agar tercipta hubungan yang harmonis dan penuh persaudaraan.
“Kita ingin kegiatan seperti ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga persaudaraan, menghormati orang tua, dan memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Kegiatan tabligh akbar tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat Desa Koto Perambahan. Warga menilai sosok Pebriyan Winaldi dikenal dekat dengan masyarakat serta aktif membantu berbagai kegiatan sosial dan kepemudaan di wilayah Kabupaten Kampar.
Beberapa tokoh masyarakat yang hadir juga menyampaikan doa dan dukungan agar Pebriyan Winaldi beserta keluarga diberikan ketabahan, kesehatan, dan kekuatan dalam menghadapi cobaan tersebut.
Selain diisi dengan tausiah agama dan doa bersama, acara juga berlangsung penuh keakraban melalui ramah tamah bersama masyarakat dan para tamu undangan yang hadir dari berbagai daerah di Kabupaten Kampar.
Momentum 40 hari wafatnya ibunda tercinta Pebriyan Winaldi tersebut menjadi salah satu kegiatan penuh makna yang memperlihatkan kuatnya hubungan kekeluargaan, kepedulian sosial, serta nilai religius yang masih terjaga di tengah masyarakat Kabupaten Kampar.
Acara ditutup dengan doa bersama dan makan bersama antara masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta keluarga besar dalam suasana penuh kekompakan dan kebersamaan.(#)












